JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di lingkungan Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan RI menjadi momentum untuk memperkuat karakter dan integritas insan Adhyaksa. Kepala Badiklat Kejaksaan RI, Dr Harli Siregar SH MHum, mengajak jajarannya menjadikan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan maupun pelaksanaan tugas.
Pesan tersebut disampaikan Harli dalam sambutannya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar di Aula Sasana Adhika Karyya, Kampus A Badiklat Kejaksaan RI, Jakarta, Senin malam (14/09/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah sebagai Benteng Menghadapi Tantangan Menuju Indonesia Emas.”
Selain Kabadiklat Kejaksaan RI Dr Harli Siregar SH MHum, acara itu turut dihadiri para pejabat struktural Badiklat, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) lingkungan Badiklat, peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I dan II, serta siswa Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 83 Gelombang II.
Dalam sambutannya, Harli menilai karakter kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, keadilan, dan kebijaksanaan sangat relevan untuk menghadapi berbagai tantangan saat ini.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya penting dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga harus diterapkan oleh insan Adhyaksa dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Khususnya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Harli menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Karakter, moral, dan integritas juga menjadi bagian penting dalam membentuk aparatur yang mampu menjalankan tugas secara profesional.
Sementara itu, penceramah Ustaz Biyan Muda Intan Lc MA dalam tausiyahnya mengingatkan para peserta untuk menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan. Ia secara khusus menyinggung penyalahgunaan minuman keras dan korupsi sebagai perilaku yang harus dihindari.
Biyan juga mengajak peserta menjalani kehidupan secara seimbang serta memahami kedudukan manusia sebagai khalifah yang memiliki tanggung jawab untuk menegakkan keadilan.
Menurutnya, nilai-nilai dalam Tri Krama Adhyaksa, yakni Satya, Adhi dan Wicaksana, memiliki keterkaitan erat dengan keteladanan akhlak Rasulullah SAW.
Satya bermakna setia pada kebenaran, Adhi mengandung makna kesempurnaan atau kemuliaan, sedangkan Wicaksana berarti bijaksana dalam bertindak.
Nilai-nilai tersebut, lanjut Biyan, sejalan dengan sifat Rasulullah SAW, yakni siddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, serta tabligh atau menyampaikan kebenaran.
Semua nilai tersebut, kata dia, harus dilandasi fathonah, yakni kecerdasan dan kebijaksanaan dalam bertindak.
“Integritas itu menyatukan antara ucapan dan perbuatan. Kalau kita mengatakan tidak, maka harus benar-benar tidak,” tegas Biyan.
Dalam kesempatan tersebut, Biyan juga mengajak para calon jaksa untuk memahami bahwa keberhasilan seorang jaksa tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan ibadah secara personal.
Menurutnya, integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesi juga menjadi bagian penting yang harus diwujudkan oleh seorang jaksa.
Ia menjelaskan, ibadah seperti salat Dhuha, Tahajud maupun puasa Senin-Kamis merupakan amalan setiap hamba Allah. Namun, seorang jaksa memiliki tanggung jawab profesional yang harus tercermin melalui pelaksanaan tugasnya.
“Amalan jaksa itu dia berintegritas. Jaksa itu jujur, jaksa itu harus tegas, jaksa itu harus menuntut dengan jelas sesuai hukum,” ujarnya.
Biyan pun mengingatkan para peserta pendidikan dan pelatihan agar tidak merasa cukup hanya dengan menjalankan ibadah personal. Nilai-nilai agama dan akhlak juga harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, serta integritas ketika menjalankan tugas.
Pesan tersebut dinilai relevan bagi peserta PKP maupun siswa PPPJ yang tengah dipersiapkan untuk menjadi pemimpin dan aparat penegak hukum.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Badiklat Kejaksaan RI menjadi momentum untuk memperkuat karakter, integritas, dan profesionalitas insan Adhyaksa.
Melalui keteladanan Rasulullah SAW, para peserta pendidikan dan pelatihan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjaga kejujuran, amanah, keadilan, ketegasan, serta kebijaksanaan dalam setiap keputusan.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi insan Adhyaksa dalam menjalankan tugas penegakan hukum sekaligus menghadapi tantangan menuju terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas dan Indonesia Emas.(PR/04)











