PASURUAN – JATIM|SUDUTPANDANG.ID – PGRI Kota Pasuruan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan terus mendorong penguatan kompetensi pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi melalui Webinar Program Coding Kota Pasuruan 2.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Logika dan Karya melalui Koding di Setiap Langkah Pembelajaran” ini dilaksanakan secara daring pada Rabu (16/9/2025).
Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Muhammad Amin, M.Pd., Ketua PGRI Kota Pasuruan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan peningkatan kapasitas guru agar transformasi digital dalam pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pembelajaran.
Selanjutnya, sambutan dan pengarahan sekaligus pembukaan oleh Siti Rochana, ST., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan.
Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya kesiapan pendidik dalam mengikuti perkembangan teknologi dan mengintegrasikannya secara tepat dalam proses pembelajaran.
Webinar menghadirkan dua pemateri dengan fokus materi yang saling melengkapi. Alfonsus E. S., M.Kom. sebagai pemateri pertama menyampaikan materi mengenai regulasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
Materi ini memberikan landasan pemahaman kepada peserta mengenai kebijakan dan regulasi yang menjadi dasar dalam pengembangan serta penerapan KKA di lingkungan pendidikan.
Pemahaman terhadap regulasi menjadi bagian penting agar penerapan koding dan kecerdasan artifisial di satuan pendidikan tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga selaras dengan arah kebijakan pendidikan dan tujuan pembelajaran.
Sementara itu, Nurul Mawaridah, M.Pd. sebagai pemateri kedua membawakan materi tentang implementasi KKA dalam pembelajaran.
Pada sesi ini, peserta diajak melihat bagaimana koding dan kecerdasan artifisial dapat dihadirkan dalam aktivitas pembelajaran secara kontekstual.
Implementasi KKA tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan logika berpikir, kreativitas, pemecahan masalah, kolaborasi dan kemampuan berkarya.
Guru dapat merancang aktivitas yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengeksplorasi teknologi, menghasilkan karya, menguji ide, melakukan perbaikan dan merefleksikan proses belajar.
Dua materi yang disampaikan menjadi rangkaian yang saling melengkapi. Regulasi memberikan landasan, sedangkan implementasi memberikan gambaran penerapannya dalam pembelajaran.
Dengan demikian, guru tidak hanya memahami KKA secara konseptual, tetapi juga memiliki gambaran bagaimana mengintegrasikannya ke dalam pengalaman belajar murid.
Webinar Program Koding Kota Pasuruan_2 diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik untuk memperkuat kesiapan menghadapi perkembangan teknologi.
Melalui pemanfaatan KKA yang tepat, pembelajaran diharapkan semakin mendorong murid untuk berpikir logis, kreatif, mampu memecahkan masalah, dan menghasilkan karya.
Membangun logika, menciptakan karya, dan menghadirkan teknologi sebagai bagian dari pengalaman belajar murid menjadi langkah bersama menuju pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.(ACZ)











