China Dorong AS dan Iran Kembali ke Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik

Avatar photo
China AS Iran
Ilustrasi

SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah China mendorong Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menjalankan kerangka nota kesepahaman (MoU) Islamabad sebagai langkah untuk mengakhiri konflik melalui jalur politik dan diplomatik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyatakan bahwa Beijing berharap kedua negara memilih penyelesaian damai dengan kembali berkomitmen pada MoU Islamabad serta segera melanjutkan dialog dan perundingan.

“China berharap Iran dan Amerika Serikat akan memilih perdamaian, kembali berkomitmen pada nota kesepahaman Islamabad, serta sesegera mungkin melanjutkan dialog dan perundingan,” kata Guo, dilansir Rabu (30/9/2026).

Menurut Guo, China sejak awal konflik telah berupaya mendorong penghentian pertempuran dan membuka ruang bagi pembicaraan untuk mencapai perdamaian.

Beijing, lanjut dia, juga akan terus mendukung berbagai inisiatif dan usulan Presiden China Xi Jinping yang ditujukan untuk mendorong perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

BACA JUGA  China Kaji Akuisisi Manus oleh Meta Senilai 2 Miliar Dollar AS

“China akan terus berupaya memulihkan perdamaian dan ketenangan di Timur Tengah serta kawasan Teluk dalam waktu dekat,” ujar Guo.

Konflik dan MoU Islamabad

Dorongan China tersebut disampaikan setelah konflik antara Iran dan AS serta Israel berlangsung sejak 28 Februari. Iran merespons serangan militer AS dan Israel dengan melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan.

Dalam perkembangan konflik tersebut, Iran juga menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute penting bagi pasokan energi dunia.

Pentagon kemudian memberlakukan blokade militernya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik berlanjut hingga penandatanganan MoU Islamabad pada 18 Juni.

BACA JUGA  KPK Gelar OTT di Sidoarjo, Sejumlah ASN Diamankan

Kesepakatan tersebut diarahkan untuk mencapai penyelesaian damai terkait pelayaran di jalur perairan strategis itu sekaligus persoalan program nuklir Iran.

IRGC Serukan Pemilih AS

Di tengah upaya diplomatik tersebut, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran sebelumnya menyerukan kepada pemilih Amerika Serikat untuk menolak sekutu Presiden Donald Trump di Kongres.

Seruan itu disampaikan melalui surat terbuka setebal 26 halaman yang dipublikasikan pada Selasa (29/9/2026), sehari sebelum pasukan AS menyelesaikan penarikan dari pangkalan-pangkalan yang tersisa di Irak.

Dalam surat tersebut, IRGC meminta warga AS menggunakan hak politik mereka untuk mengganti para pemimpin yang sedang menjabat.

IRGC juga menyerukan penolakan terhadap dukungan AS kepada Israel serta intervensi militer AS di luar negeri.

BACA JUGA  Kerugian Investasi Bodong Sentuh Rp139 Triliun, Advokat: Setara 12 Ribu Sekolah Baru dan 504 RS

Seruan tersebut menjadi bagian dari perkembangan politik yang berlangsung bersamaan dengan upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.(Red/Anadolu)