Tiongkok Rampungkan Penggalian Terowongan Jalan Raya di Bawah Laut

Avatar photo
Tiongkok Rampungkan Penggalian Terowongan Jalan Raya di Bawah Laut
Ilustrasi

SUDUTPANDANG.ID – Tiongkok merampungkan penggalian terowongan jalan raya bawah laut di Teluk Jiaozhou, Provinsi Shandong, setelah mesin bor berperisai mencapai titik yang ditentukan pada kedalaman 105 meter di bawah permukaan laut, Jumat (2/10/2026).

Dilansir dari China Railway Construction Corporation Limited, Minggu (4/10/2026), penggalian tersebut merupakan bagian dari pembangunan Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao yang akan menghubungkan kawasan perkotaan utama Qingdao dengan Kawasan Baru Pesisir Barat Qingdao, sebuah kawasan baru tingkat nasional.

Proyek tersebut memiliki panjang total 17,48 kilometer. Bagian terowongan utama mencapai 14,37 kilometer yang terdiri atas dua terowongan jalan dan satu terowongan layanan di bagian tengah.

Terowongan dirancang memiliki tiga lajur jalan di setiap arah dengan kecepatan rencana 80 kilometer per jam.

Menurut Wang Junping dari China Railway 14th Bureau Group Corporation Limited, pembangunan proyek menggunakan kombinasi metode pengeboran dan peledakan serta penggalian menggunakan mesin bor berperisai.

BACA JUGA  Ngeri! Suhu di Tiongkok Utara Minus 53 Derajat Celcius

Pengerjaan dilakukan dari dua sisi Teluk Jiaozhou, yakni pesisir timur dan pesisir barat. Kedua bagian terowongan kemudian digali hingga bertemu di bawah laut.

Kedalaman menjadi salah satu tantangan dalam proses konstruksi. Bagian terowongan utama yang dikerjakan dengan mesin bor berperisai memiliki kedalaman maksimum 95 meter di bawah permukaan laut. Sementara itu, terowongan layanan mencapai kedalaman 105 meter.

Kondisi tersebut menyebabkan proyek menghadapi tekanan air yang tinggi. Untuk mengantisipasinya, konstruksi membutuhkan sistem penutupan dan pelapisan kedap air yang ketat.

Wang mengatakan, tim proyek untuk pertama kalinya menggunakan sistem baru untuk mengeluarkan material hasil penggalian. Sistem tersebut menggabungkan konveyor sekrup, kotak penghancur batu, dan mesin penghancur batu.

BACA JUGA  Prabowo - Gibran Menang di TPS Beijing Raih Total 381 Suara

Menurut Wang, sistem tersebut meningkatkan efisiensi pembuangan material sekaligus mengurangi risiko penyumbatan selama proses penggalian.

Selain sistem pembuangan material, tim proyek juga mengembangkan teknologi antigetar untuk badan mesin bor berperisai. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan stabilitas mesin selama proses penggalian.

Setelah seluruh pembangunan selesai, Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao akan membantu membentuk jaringan transportasi lintas teluk yang terintegrasi bersama Terowongan Teluk Jiaozhou, Jembatan Teluk Jiaozhou, dan Jalan Raya Teluk Jiaozhou yang telah ada.

Sistem Transportasi Terpadu 

Pembangunan proyek tersebut juga terkait dengan rencana Tiongkok mengembangkan sistem transportasi terpadu selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 2026-2030.

Kementerian Transportasi Tiongkok pada Juli 2026 mengumumkan rencana untuk mendorong pembangunan berkualitas tinggi di bidang layanan transportasi terpadu.

BACA JUGA  170 Juta Warga AS Protes RUU Melarang TikTok

Targetnya, sistem layanan transportasi terpadu modern pada dasarnya dapat terbentuk pada 2030.

Rencana tersebut mencakup peningkatan konektivitas antarmoda, kemudahan perpindahan penumpang, serta peningkatan layanan logistik barang.

Selain itu, Tiongkok akan mendorong integrasi transportasi dengan sektor pariwisata, meningkatkan layanan di pusat-pusat transportasi, serta memperkuat layanan angkutan penumpang dan barang di wilayah pedesaan.(Red)