“Ketertiban bukan semata-mata karena polisi hadir di setiap sudut jalan, melainkan karena hukum ditegakkan dan masyarakat memahami konsekuensi dari setiap tindakan.”
Oleh: Kurnianto Purnama, S.H., M.H.
Selama sepekan berlibur di Kota Wuhan, Tiongkok, saya mengamati bahwa tidak banyak polisi yang terlihat di sudut-sudut jalan. Kebanyakan dari mereka mengawasi aktivitas masyarakat melalui CCTV di kantor-kantor polisi.
Selama berada di Kota Wuhan, saya tidak melihat atau menyaksikan peristiwa kriminal maupun pelanggaran hukum yang dilakukan masyarakat, khususnya perkelahian antarmasyarakat.
Aktivitas kehidupan masyarakat di kota ini cukup damai dan tenteram.
Sepanjang sisi kiri dan kanan jalan ditanami pohon-pohon dan bunga-bunga aneka warna. Anehnya, meskipun banyak pohon, tidak terlihat daun-daun yang jatuh di jalan. Lingkungannya tampak apik, asri dan indah.
Jalan-jalannya lurus, lebar, dan luas. Lampu-lampu penerangan jalan juga tertata rapi dan memberikan penerangan yang cukup.
Meskipun tidak banyak polisi yang terlihat di jalanan Kota Wuhan, saya melihat sebuah “Peringatan Polisi” yang terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel berwarna biru dengan tulisan berwarna putih.
Peringatan itu diletakkan di sudut jalan beraspal. Tulisan tersebut berbunyi:
PERINGATAN POLISI
Dilarang berkelahi
Jika kamu menang, kamu akan masuk penjara.
Jika kamu kalah, kamu akan masuk rumah sakit.
Peringatan ini cukup memiliki dampak positif dalam mencegah perkelahian. Sebab, peringatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sungguh-sungguh akan diimplementasikan.
Wuhan, Tiongkok, 18 Oktober 2026.











