JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengincar lahirnya talenta muda yang mampu menembus level tertinggi sepak bola Eropa.
Ia berharap Indonesia memiliki pemain dengan perkembangan karier seperti Alphonso Davies yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kepelatihannya bersama Timnas Kanada.
Herdman menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan pemain yang tidak hanya menjadi andalan Timnas Indonesia, tetapi juga mampu bersaing di kompetisi elite Eropa hingga Liga Champions.
“Saya sangat berharap kami bisa menemukan Alphonso Davies-nya Indonesia, pemain berikutnya dari negara ini yang bisa bermain di Liga Champions,” ujar Herdman dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan Herdman setelah mengantarkan Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda memastikan trofi setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2 dalam laga final di SUGBK.
Keberhasilan tersebut menjadi pijakan penting bagi Herdman dan para pemain untuk menatap tantangan berikutnya. Timnas Indonesia selanjutnya akan bersiap menghadapi Piala Asia 2027 dengan membawa modal berupa pengalaman dan kepercayaan diri setelah menjuarai turnamen Asia Tenggara.
Herdman melihat perubahan positif dalam karakter para pemain selama menjalani perjalanan menuju gelar juara. Menurut pelatih asal Inggris tersebut, skuad Garuda kini semakin solid dan mampu menghadapi tekanan pertandingan dengan mental yang lebih kuat.
“Mereka semakin kuat sebagai sebuah kesatuan, terutama secara mental,” kata Herdman.
Bagi Herdman, keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh strategi yang diterapkan pelatih. Dalam pertandingan besar, terutama final, situasi di lapangan dapat berubah dan membuat rencana taktik tidak selalu berjalan sempurna.
Karena itu, Herdman menilai kekuatan mental, rasa kebersamaan, kemauan untuk berjuang, serta hubungan emosional antarpemain menjadi fondasi penting yang sedang dibangun di Timnas Indonesia.
Ia ingin karakter tersebut terus berkembang sehingga menjadi identitas skuad Garuda dalam menghadapi kompetisi yang lebih berat.
“Itulah yang sedang kami bangun di sini,” ujarnya.
Herdman juga membuka peluang bagi sejumlah pemain yang telah menjadi bagian dari skuad juara FIFA ASEAN Cup 2026 untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia pada turnamen berikutnya. Menurut dia, pengalaman yang mereka dapatkan selama perjalanan menuju gelar juara akan menjadi bagian penting dari proses membangun tim dalam jangka panjang.
Selain mempertahankan pemain yang sudah memiliki pengalaman internasional, Herdman juga masih membuka pintu bagi wajah-wajah baru. Ia menyebut sejumlah pemain yang terus masuk dalam radar pemantauan, di antaranya Mees Hilgers, Miliano Jonathans, dan Marselino Ferdinan.
Ketiga pemain tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi agenda internasional berikutnya. Pemantauan terhadap pemain juga tidak hanya dilakukan kepada mereka yang berkarier di luar negeri.
Herdman memastikan tim pelatih akan terus memperhatikan kompetisi domestik untuk menemukan pemain muda dengan potensi besar. Langkah itu dinilai penting agar regenerasi Timnas Indonesia berjalan secara berkelanjutan.
Target Herdman bukan sekadar menemukan pemain yang mampu memperkuat tim nasional. Ia ingin melihat pemain Indonesia berkembang hingga memiliki kapasitas untuk tampil di kompetisi elite Eropa.
Dalam konteks tersebut, nama Alphonso Davies menjadi contoh yang digunakan Herdman. Pemain yang berposisi sebagai bek kiri tersebut berkembang menjadi salah satu pemain penting Timnas Kanada dan berkarier bersama FC Bayern Muenchen.
Kecepatan serta kemampuan Davies membuatnya menjadi salah satu bek kiri yang menonjol dalam sepak bola modern. Herdman berharap perjalanan karier tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia.
“Jadi kami terus memantau sambil berharap munculnya Alphonso Davies-nya Indonesia,” kata Herdman.
Harapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proyek Herdman bersama Timnas Indonesia tidak berhenti setelah keberhasilan meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.
Setelah meraih trofi, fokus berikutnya adalah membangun fondasi tim yang lebih kuat, memperluas regenerasi, dan menemukan talenta yang mampu membawa Indonesia bersaing di level Asia hingga panggung sepak bola dunia. (09/AGF).











