Lestarikan Seni Tradisional, Festival Sinandong Asahan 2026 Sukses Digelar dan Cetak Talenta Muda Terbaik

Festival Sinandong Asahan
Lestarikan Seni Tradisional, Festival Sinandong Asahan 2026 Sukses Digelar dan Cetak Talenta Muda Terbaik (Foto: Humas Pemkab Asahan)

ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID – Festival Sinandong Asahan 2026 tingkat SMPN dan Swasta se-Kabupaten Asahan resmi ditutup dengan meriah. Ajang pelestarian seni dan budaya daerah ini menjadi wadah bagi generasi muda di Kabupaten Asahan untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta rasa cinta mereka terhadap warisan tradisi lokal.

Melalui kompetisi ini, para pelajar dari berbagai sekolah unjuk kebolehan dalam mempopulerkan kembali seni tutur tradisional Sinandong agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. ​Pada acara penutupan, panitia secara resmi mengumumkan para pemenang dari dua kategori yang dipertandingkan.

Kategori Puteri berhasil diraih oleh Aqila Putri Hadawi sebagai Juara 1, disusul Cinta Khairun Nisa di posisi kedua, dan Halimah di posisi ketiga. Sementara itu, untuk Kategori Putra, gelar Juara 1 diraih oleh Khairil Adha Sirait, diikuti Esi Syakir Hasibuan sebagai Juara 2, serta Danish Ibrahim Siagian yang menyabet Juara 3.

BACA JUGA  Sejumlah Desa di Kabupaten Asahan Gelar Kegiatan Perlombaan
Lestarikan Seni Tradisional, Festival Sinandong Asahan 2026 Sukses Digelar dan Cetak Talenta Muda Terbaik (Foto: Humas Pemkab Asahan)

Apresiasi juga diberikan kepada para peraih juara harapan yang telah berjuang menampilkan performa terbaik mereka.​ Penyelenggara mengapresiasi tinggi kerja sama seluruh peserta, guru pendamping, panitia, dan pihak-pihak yang terlibat dalam menyukseskan gelaran tahunan ini.

Prestasi yang diukir para siswa dipandang sebagai bukti nyata bahwa generasi muda Asahan memiliki potensi besar dalam menjaga identitas kebudayaan daerah.

Melalui suksesnya Festival Sinandong Asahan 2026, diharapkan semangat melestarikan kesenian Sinandong terus tumbuh di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas sebagai wujud kebanggaan atas kekayaan budaya lokal.(MA/04)