Juara League Cup Berpeluang Tembus AFC

Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyebut juara League Cup 2026/2027 akan diusulkan kepada AFC untuk mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi antarklub Asia. (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Juara League Cup 2026/2027 berpeluang mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi antarklub Asia.

Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengatakan pihaknya akan mengusulkan pemenang turnamen tersebut kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk mendapatkan slot kompetisi di level Asia.

Rencana tersebut menjadi salah satu daya tarik utama League Cup 2026/2027 yang akan mulai bergulir pada 3 November mendatang. Selain memperebutkan trofi domestik, klub peserta memiliki peluang membuka jalan menuju persaingan antarklub Asia.

“Pemenang dari League Cup ini akan kami usulkan kepada AFC sebagai salah satu kontestan dalam kompetisi AFC,” kata Ferry Paulus dalam acara pengundian League Cup 2026/2027 di Jakarta, Rabu.

Ferry menjelaskan, kompetisi AFC yang menjadi sasaran untuk diikuti juara League Cup adalah AFC Challenge League atau kompetisi Asia dengan level di bawahnya. Namun, usulan tersebut tetap akan melalui proses dan ketentuan yang berlaku di tingkat konfederasi.

Menurut Ferry, kesempatan mendapatkan tiket ke kompetisi Asia akan membuat persaingan League Cup semakin bernilai. Klub tidak hanya bertanding untuk meraih gelar, tetapi juga memiliki target untuk mendapatkan peluang tampil di panggung internasional.

BACA JUGA  Berbatov dan Pedro Bakar Semangat Anak Indonesia

Karena itu, I.League ingin memastikan pertandingan final League Cup berlangsung dengan kondisi yang aman sekaligus memberikan atmosfer yang mampu meningkatkan gengsi pertandingan.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah menggelar laga final di stadion netral. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi pertandingan puncak untuk berlangsung lebih kompetitif dan menarik perhatian penonton.

“Perlu satu tempat yang betul-betul bisa menambah daya saing, sehingga slot nantinya benar-benar menjadi slot yang sangat kompetitif, sangat prestisius,” ujar Ferry.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa laga final League Cup tidak hanya dipandang sebagai pertandingan penentuan juara. Pertandingan tersebut juga menjadi momentum penting karena pemenangnya berpotensi mendapatkan jalan menuju kompetisi AFC.

League Cup 2026/2027 sendiri akan melibatkan 38 klub dari dua kasta kompetisi sepak bola nasional. Sebanyak 18 klub berasal dari Super League, sedangkan 20 klub lainnya merupakan peserta Championship.

Kompetisi tersebut akan berlangsung melalui lima tahapan. Fase yang harus dilewati klub meliputi penyisihan grup, babak gugur, perempat final, semifinal, dan final.

Pada fase penyisihan, peserta akan dibagi ke dalam 12 grup yang tersebar di wilayah Barat dan Timur. Pembagian tersebut kemudian terdiri atas empat zona, yakni Zona Barat 1, Zona Barat 2, Zona Timur 1, dan Zona Timur 2.

BACA JUGA  Dukung Tim Sepak Bola GSI, Pemkab Sidoarjo Fasilitasi Lapangan

Setiap zona akan mempertemukan sembilan klub. Setelah fase awal dan babak gugur, enam tim yang berhasil lolos akan mendapatkan tempat di perempat final.

Enam klub tersebut kemudian bergabung dengan Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda. Kedua klub tersebut langsung berada di babak perempat final karena masih menjalani agenda di ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027.

Persib berstatus sebagai juara bertahan Super League, sedangkan Borneo FC merupakan runner-up kompetisi kasta tertinggi tersebut. Kehadiran dua klub itu di fase perempat final membuat persaingan menuju semifinal semakin menarik.

Penentuan lawan pada perempat final sekaligus status tuan rumah akan dilakukan melalui proses pengundian. Dengan demikian, setiap klub yang lolos masih memiliki peluang mendapatkan lawan dan posisi pertandingan yang berbeda.

Di sisi lain, penyelenggara tetap memperhitungkan faktor keamanan dalam menentukan komposisi grup. Beberapa klub yang memiliki rivalitas tinggi tidak akan ditempatkan dalam satu grup.

BACA JUGA  PSSI Gandeng Ajax Kembangkan Sepak Bola Indonesia

Klub seperti PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta dan Persis Solo, serta Arema FC dan Persebaya Surabaya menjadi pasangan yang dipisahkan dalam fase penyisihan. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari mitigasi risiko keamanan selama turnamen berlangsung.

Dengan adanya peluang menuju kompetisi AFC, League Cup 2026/2027 memiliki nilai kompetitif yang lebih besar bagi klub peserta. Setiap pertandingan dapat menjadi bagian dari perjalanan menuju trofi sekaligus kesempatan tampil di level Asia.

Jika usulan I.League mendapatkan persetujuan AFC, klub yang keluar sebagai juara League Cup akan memiliki motivasi tambahan untuk memenangkan turnamen.

Persaingan yang dimulai pada 3 November pun tidak hanya akan menentukan siapa pemegang trofi, tetapi juga berpotensi menentukan wakil Indonesia di kompetisi antarklub Asia. (09/AGF).