TANGERANG – SUDUTPANDANG.ID – Unit Pelaksana Teknik Dinas (UPTD) Puskesmas Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, mengelar edukasi kepada ratusan murid SD Negeri 2 Jengkol untuk menjaga pentingnya kesehatan gigi dan mulut sejak dini, hal ini menjadi sarana membiasakan anak didik menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala UPTD Puskesmas Kresek, dr. Dwi Yanto, Senin (12/10) mengatakan, kegiatan itu bertajuk pasukan gigi bersih (Pagi Bersih) merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk membangun kesadaran kesehatan sejak usia sekolah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta membiasakan diri menyikat gigi dengan cara dan waktu yang tepat,” ujar dr. Dwi Yanto.
Ia bilang, edukasi kesehatan kepada anak-anak perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pengetahuan yang diberikan dapat menjadi kebiasaan positif dan mengapresiasi pihak SDN Jengkol 2 yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Namun pihaknya mengajak para guru dan orang tua untuk terus mendampingi anak-anak dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya dalam menjaga kesehatan gigi.
Ia mengharapkan melalui kegiatan tersebut tercipta kesadaran dan kepedulian yang lebih baik terhadap kesehatan gigi dan mulut di kalangan anak didik.
Bahkan kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada anak usia sekolah dan diharapkan mampu mendorong murid menerapkan kebiasaan menyikat gigi secara teratur dan benar.
Meski begitu, dukungan dari sekolah, orang tua, serta tenaga kesehatan menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku hidup sehat pada anak. Upaya tersebut, diharapkan dapat terwujud generasi muda yang sehat, aktif, dan memiliki kepedulian terhadap kesehatan diri sejak dini.
Dalam kegiatan itu petugas UPTD Puskesmas Kresek memberikan edukasi kepada siswa mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut yang baik dan benar.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menyikat gigi secara rutin, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta cara menyikat gigi dengan teknik yang benar.
Ia menjelaskan bahwa para murid juga diajak untuk memahami dampak yang dapat timbul apabila kebersihan gigi dan mulut tidak dijaga dengan baik.
Demikian pula, penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami oleh peserta didik bahwa melalui pendekatan tersebut, diharapkan siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan positif dalam menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, murid mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar dengan mengikuti arahan dari petugas kesehatan.(WAR)











