Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Pengawasan dan Siagakan Peralatan Pemadaman

Avatar photo
Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Perkuat Pengawasan dan Siagakan Peralatan Pemadaman
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa. (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PTPN IV PalmCo memperketat pengawasan dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah operasional perusahaan, khususnya di Sumatera dan Kalimantan.

Langkah PTPN IV PalmCo tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi meningkatnya risiko karhutla di tengah fenomena El Nino dan musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan, perusahaan terus memperkuat penerapan kebijakan zero burning atau pembukaan lahan tanpa pembakaran yang telah menjadi bagian dari standar operasional perusahaan selama puluhan tahun.

Menurut Jatmiko, kebijakan tersebut didukung teknologi pemantauan digital, sistem deteksi dini, serta kesiapan personel dan peralatan pemadaman di lapangan.

“Kami mengintegrasikan deteksi dini melalui aplikasi EWS Karhutla. Sistem ini membaca data titik panas secara real-time dan terhubung dengan GeoPalm Dashboard di pusat. Ketika ada indikasi, tim di lapangan bisa langsung memverifikasi dan melakukan penanganan sebelum api membesar,” ujar Jatmiko dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).

Siagakan Ratusan Peralatan Antisipasi Karhutla

Jatmiko menyatakan bahwa PTPN IV PalmCo memprioritaskan pengawasan di kawasan perkebunan yang berbatasan langsung dengan wilayah rawan karhutla.

“Khusus di Regional 3 Riau dan Regional 5 Kalimantan, perusahaan telah menyiagakan 594 unit perlengkapan individu, 48 unit perlengkapan regu, serta 155 unit peralatan tangan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” ujarnya.

BACA JUGA  Hendak Kencing, Karyawan Kontraktor di Riau Dicakar Harimau hingga Masuk Rumah Sakit

Selain itu, lanjutnya, perusahaan menyiapkan 80 unit pompa air beserta perlengkapannya, 80 unit sarana komunikasi dan transportasi, serta 41 unit infrastruktur deteksi dini cuaca.

“Seluruh fasilitas tersebut menjadi bagian dari sistem mitigasi yang terintegrasi dengan pusat pemantauan perusahaan,” katanya.

Jatmiko menjelaskan, penggunaan teknologi memungkinkan petugas mendeteksi potensi kebakaran lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas.

Selain mengoptimalkan teknologi, perusahaan juga meningkatkan kesiapsiagaan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang terdiri atas personel terlatih.

“Kami menerjunkan lebih banyak personel terlatih. Armada transportasi darat yang biasa digunakan untuk operasional kebun juga kami konversi menjadi alat bantu pemadaman. Seluruh pergerakan ini kami koordinasikan secara intensif dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait,” katanya.

Salurkan 11,2 Juta Liter Air Bersih dan 1 Juta Masker

Selain memperkuat pencegahan kebakaran, PTPN IV PalmCo menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang dan kabut asap.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta donasi sukarela karyawan, perusahaan telah mendistribusikan 11,2 juta liter air bersih ke sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau panjang,” kata Jatmiko.

BACA JUGA  Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur Dipercepat, PalmCo Operasikan Fasilitas Pengemasan di Surabaya

Perusahaan juga menyalurkan 1 juta lembar masker, terutama kepada pelajar di sekolah-sekolah, untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Jatmiko menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, termasuk para pekerja yang tinggal di wilayah terdampak karhutla.

“Karyawan dan karyawati kami tinggal dan bekerja di wilayah terdampak. Mereka merasakan sendiri bagaimana sesaknya bernapas di tengah kepungan asap. Empati inilah yang mendorong kami mengambil langkah lebih jauh,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya bertujuan melindungi aset perkebunan, tetapi juga menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, termasuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Perusahaan juga berencana melanjutkan edukasi mengenai pembukaan lahan tanpa pembakaran kepada masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

“Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menekan risiko kebakaran sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan,” harapnya.

Warga Apresiasi Bantuan Air Bersih

Bantuan air bersih yang disalurkan PTPN IV PalmCo mendapat apresiasi dari masyarakat di Kalimantan Barat.

BACA JUGA  Rabat Beton TMMD Mudahkan Pak Rofik Angkut Pakan Sapi

Lurah Sungai Bangkong, Pontianak, Tri Marianingsih, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

“Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi warga kami yang sempat mengalami kendala pasokan air selama puncak musim kemarau dan karhutla. Kami mengapresiasi langkah cepat yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara tepat sasaran,” ucap Tri.

Hal senada disampaikan Bima Teja, warga Kelurahan Sungai Bangkong. Menurut dia, kemarau panjang menyebabkan sejumlah sumur warga mengering, sementara kabut asap mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Sudah beberapa waktu terakhir kami kesulitan mendapat air bersih. Asap yang tebal juga sangat mengganggu aktivitas anak-anak di luar rumah. Bantuan air dan masker ini sangat membantu keluarga kami menghadapi situasi sekarang,” ungkapnya.(Red)