Lula da Silva Kembali Menang Pilpres Brasil, Catat Sejarah Empat Periode

Avatar photo
Lula da Silva Kembali Menang Pilpres Brasil, Catat Sejarah Empat Perioden
Luiz Inacio Lula da Silva memenangi putaran kedua Pilpres Brasil setelah mengalahkan Senator Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro. (Foto: Dok. Reuters)

SUDUTPANDANG.ID – Luiz Inacio Lula da Silva memenangi putaran kedua pemilihan presiden (Pilpres) Brasil setelah mengalahkan Senator Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro.

Kemenangan pada Minggu (25/10/2026) itu mengantarkan Lula da Silva menjalani masa jabatan keempatnya sebagai presiden, meski tidak secara berturut-turut.

Dilansir AFP dan Reuters, Selasa (27/10/2026), Lula da Silva meraih 51,79 persen suara setelah seluruh suara selesai dihitung.

Sementara itu, Flavio memperoleh 48,21 persen suara. Hasil tersebut membalikkan keadaan setelah Lula kalah dari rivalnya pada putaran pertama awal Oktober.

Kemenangan Lula da Silva menjadi catatan tersendiri dalam sejarah pemilihan presiden Brasil.

Sejak pemilihan langsung kembali digelar pada 1989 setelah berakhirnya kediktatoran militer, belum pernah ada kandidat yang kalah pada putaran pertama kemudian memenangi putaran kedua.

BACA JUGA  Satgas TMMD Ke-128 dan Warga Kompak Bersihkan Masjid di Desa Brabe

Dalam pidato pertamanya setelah dinyatakan menang, Lula berterima kasih kepada rakyat Brasil yang menggunakan hak pilih untuk mempertahankan demokrasi.

“Orang-orang datang untuk memilih karena kita berhasil meyakinkan mereka bahwa memberikan suara sangatlah penting demi menjamin demokrasi di negara ini,” kata Lula.

Kemenangan tersebut disambut perayaan di sejumlah kota. Di Rio de Janeiro, warga merayakannya dengan kembang api dan suara vuvuzela.

Sementara di Sao Paulo, ribuan pendukung yang mengenakan pakaian merah, warna Partai Pekerja yang menaungi Lula, memadati jalanan.

Kontroversi Pemungutan Suara

Pemilu Brasil berlangsung di tengah kampanye yang diwarnai skandal dan saling tuduh di antara kubu kandidat.

Proses pemungutan suara juga sempat menjadi sorotan setelah Mahkamah Agung memutuskan memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam.

BACA JUGA  Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Kriminalisasi dalam Perkara Sengketa Tanah Pegangsaan

Perpanjangan itu dilakukan menyusul laporan Lula mengenai penghentian layanan bus di sejumlah kota yang dinilai menghambat warga untuk menggunakan hak pilihnya.

Sebelum hasil akhir diumumkan, Flavio sempat menyatakan keyakinannya akan menang, dengan merujuk pada keunggulannya dalam sejumlah jajak pendapat.

Kemenangan Lula juga menjadi perhatian dalam dinamika politik Amerika Latin.

Brasil tidak mengikuti pergeseran ke arah konservatif yang terjadi di sejumlah negara kawasan, termasuk Argentina, Cile, Kolombia dan Peru.

Pergeseran politik di negara-negara tersebut mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Red)