Polda Metro Jaya Kerahkan 9.505 Personel untuk Amankan Unjuk Rasa, Siapkan Jalur Alternatif

Avatar photo
Polisi. Pengamanan Aksi Bela Palestina. Demo ojol. BEM UI. Polda Metro Jaya
Ilustrasi - Foto:Dok.SP

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak 9.505 personel gabungan dari Polda Metro Jaya dan TNI dikerahkan untuk mengamankan 52 kegiatan unjuk rasa di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada Selasa (20/10/2026). Kepolisian juga memberlakukan rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan Jakarta.

Berdasarkan informasi Traffic Management Centre (TMC) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, pengaturan arus kendaraan dilakukan di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jalan Jenderal Sudirman- Jalan MH Thamrin, serta Gedung DPR/MPR RI.

Rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional mulai pukul 10.00 WIB hingga kegiatan selesai. Pelaksanaannya menyesuaikan perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.

Dari total kegiatan yang diamankan, sebanyak 26 merupakan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum atau unjuk rasa, sedangkan 26 lainnya merupakan kegiatan masyarakat.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto mengatakan, pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dalam menjalankan hak demokratisnya.

BACA JUGA  Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, Dua Wilayah Diprakirakan Lebih Terik

“Konsep pengamanan kita hari ini adalah memberikan pelayanan kepada warga negara sebagai wujud bahwa negara kita adalah negara demokrasi,” kata Dadang saat memimpin apel kesiapan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Pengendara Diimbau Menggunakan Jalur Alternatif

Untuk mengantisipasi dampak kegiatan terhadap mobilitas warga, kepolisian mengimbau pengguna jalan mengatur waktu keberangkatan dan menghindari kawasan unjuk rasa apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

Pengendara dari Jakarta Barat yang hendak menuju Monas dapat melintasi Jalan Tomang Raya, Jalan Suryo Pranoto, dan Jalan Harmoni sebelum melanjutkan perjalanan ke Monas.

Sementara itu, pengendara dari Jakarta Selatan dapat menggunakan Jalan Tendean, Jalan HR Rasuna Said, dan Jalan HOS Cokroaminoto, kemudian menuju Tugu Tani dan Monas.

BACA JUGA  Moehammad Pandji Santoso Resmi Jabat Ketua PN Jakarta Barat

Bagi pengguna jalan dari Jakarta Timur, jalur alternatif yang disarankan adalah Jalan Jatinegara, Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, hingga Monas.

Adapun pengendara yang menuju kawasan Slipi atau Tomang dari Simpang Semanggi dapat melintasi Jalan Sudirman, Jalan Benhil, Jalan Pejompongan, hingga Jalan Letjen S. Parman.

Pengendara dari Jalan Gatot Subroto juga dapat menggunakan rute melalui Gerbang Pemuda, Jalan Patal Senayan, Jalan Tentara Pelajar, hingga Jalan Letjen S. Parman.

Rekayasa Lalu Lintas Menyesuaikan Kondisi Lapangan

Kepolisian menegaskan bahwa pengaturan arus kendaraan bersifat situasional. Karena itu, jalur yang dapat dilalui pengendara bisa menyesuaikan kondisi selama kegiatan berlangsung.

Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi lalu lintas melalui kanal resmi kepolisian sebelum maupun selama perjalanan.

BACA JUGA  Jakarta Timur Deklarasikan 324 Sanitasi Berbasis Masyarakat

Pengguna jalan juga disarankan mempertimbangkan waktu tempuh tambahan, terutama jika perjalanan melintasi kawasan Monas, Sudirman-Thamrin, dan Gedung DPR/MPR RI.

Langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat mengantisipasi perubahan arus kendaraan sekaligus mendukung kelancaran pengamanan kegiatan penyampaian pendapat dan aktivitas warga di Jakarta.(Say/01)