Andra Soni: SPMB Banten Tanpa Titipan, Semua Harus Ikuti Sistem

Avatar photo
Andra Soni: SPMB Banten Tanpa Titipan, Semua Harus Ikuti Sistem
Gubernur Banten Andra Soni, saat meninjau pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (22/6/2026). (Foto: Dok. Pemprov Banten)

LEBAK-BANTEN, SUDUTPANDANG.ID – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Provinsi Banten harus berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.

Penegasan tersebut disampaikan Andra Sony saat meninjau pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (22/6/2026).

Menurut Andra Soni, seluruh proses penerimaan siswa baru harus berlangsung sesuai aturan dan sistem yang telah ditetapkan. Karena itu, tidak boleh ada praktik titip-menitip maupun campur tangan dari pihak tertentu yang dapat mengganggu objektivitas seleksi.

“Siapa pun tidak boleh melakukan intervensi, termasuk gubernur. Semuanya harus mengikuti proses dan sistem yang sudah ada,” kata Andra.

BACA JUGA  Pohon Tumbang, Jalan Rangkasbitung Menuju Bogor Tertutup

Untuk memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga menyiapkan program sekolah gratis yang melibatkan 801 sekolah swasta. Selain itu, pemerintah menyediakan kuota bagi 10.000 siswa di madrasah aliyah.

Andra menegaskan, penyelenggaraan SPMB yang bersih dan berkeadilan merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa untuk memperoleh pendidikan sesuai haknya.

“Dengan sistem yang transparan dan akuntabel, kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ujar Andra.

Hal senada disampaikan panitia pelaksana SPMB di sekolah. Ketua Panitia SPMB SMA Negeri 1 Rangkasbitung, Wiwit Keswari, mengatakan, sistem yang diterapkan saat ini membuat proses seleksi lebih terbuka dan sulit dimanipulasi.

BACA JUGA  Dullyverse Raih Prestasi Membanggakan untuk SMPN 255 Jakarta

Menurutnya, panitia dapat menjalankan tugas dengan lebih nyaman karena seluruh tahapan penerimaan siswa dilakukan berdasarkan sistem yang telah dirancang secara transparan.

“Semuanya sudah sangat transparan dan akuntabel. Tidak ada yang bisa main-main. Kalau ada upaya pelanggaran, pasti akan ketahuan karena sistem langsung menolaknya,” ujar Wiwit.

Kendati demikian, ia mengakui masih ada pihak yang mencoba meminta bantuan agar calon siswa dapat diterima di sekolah tertentu.

“Namun, kami tetap mengarahkan seluruh calon peserta didik untuk mengikuti jalur dan mekanisme yang telah ditentukan,” katanya. (Aceng/01)