PASURUAN-JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Blok Bungkah dan Blok Mungal, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, berhasil dipadamkan. Dandim 0819/Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko memastikan personel gabungan tetap siaga untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Karhutla tersebut terjadi di kawasan Blok Punggung Naga, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari. Penanganan dilakukan personel gabungan yang terdiri dari Siaga On Call Kodim 0819/Pasuruan, Polsek Tosari, Satpol PP Kecamatan Tosari, BPBD Kabupaten Pasuruan, TNBTS, Perhutani, serta relawan masyarakat, Senin (10/8/2026).
Di Blok Bungkah, petugas melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat gebyok milik TNBTS dan dukungan tangki air. Kondisi medan yang berbatu, terjal, dan curam menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Keterbatasan sumber air di lokasi juga membuat petugas harus bekerja secara hati-hati.
Setelah api berhasil dikendalikan, personel gabungan menyisir kawasan terdampak untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menjalar. Titik api di Blok Bungkah kemudian dinyatakan padam.
Penanganan selanjutnya dilakukan di Blok Mungal. Pemadaman di lokasi tersebut dilakukan secara terpadu dengan dukungan water bombing dan kendaraan pemadam kebakaran.
Dandim 0819/Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko turut turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi karhutla di kawasan Blok Mungal. Ia tiba di wilayah Pakis Bincil untuk memastikan proses pemadaman berjalan sesuai kondisi di lapangan.
Setelah dilakukan penanganan, titik api di Blok Mungal juga berhasil dipadamkan. Dandim kemudian memimpin briefing bersama personel gabungan untuk menyamakan langkah dalam pemantauan kawasan.
“Kita bersyukur titik api di Blok Bungkah dan Blok Mungal sudah berhasil dipadamkan. Namun, tugas kita belum selesai,” ujar Boga.
Menurutnya, personel harus tetap siaga dan melakukan pemantauan secara berkala. Kondisi cuaca serta perubahan arah dan kecepatan angin dinilai dapat memengaruhi situasi di kawasan terdampak.
“Apabila ditemukan asap atau titik api sekecil apa pun, segera lakukan penanganan dan laporkan secara berjenjang,” katanya.
Boga juga mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari TNBTS, Perhutani, BPBD, kepolisian, Satpol PP hingga masyarakat.
Hingga perkembangan terakhir, tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami kerugian. Sementara itu, luas kawasan yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan oleh Balai Besar TNBTS.
Personel gabungan saat ini masih bersiaga di Posko Karhutla Kecamatan Tosari untuk memantau kondisi kawasan dan mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Kewaspadaan terus ditingkatkan guna memastikan kawasan TNBTS tetap aman dari potensi kebakaran susulan.(ACZ)









