AS Klaim Ambil Alih Kendali Venezuela Usai Penangkapan Presiden Nicolas Maduro

AS Klaim Ambil Alih Kendali Venezuela Usai Penangkapan Presiden Nicolas Maduro
AS mengklaim akan ambil alih kendali Venezuela usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro.(Foto ilustrasi: Dok.Getty Images)

SUDUTPANDANG.ID – Amerika Serikat (AS) menyatakan akan mengambil alih kepemimpinan Venezuela setelah Presiden Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap dalam sebuah operasi yang melibatkan aparat AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan memimpin negara Amerika Selatan tersebut hingga terbentuk pemerintahan transisi.

“Kami akan memimpin negara ini sampai transisi yang aman, tepat, dan bijaksana dapat dilakukan,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, Minggu (4/1/2025), seperti dilaporkan CNN.

Trump tidak merinci dasar hukum internasional atau jangka waktu pengambilalihan tersebut. Ia menyatakan AS tidak berniat mempertahankan kekuasaan secara permanen, tetapi menegaskan bahwa Washington tidak ingin situasi di Venezuela kembali dikuasai oleh pihak yang sama seperti sebelumnya.

BACA JUGA  Cara Pengajuan dan Verifikasi Akun PPDB SMA/SMK Jakarta 2024

Dalam pernyataannya, Trump juga menggambarkan penangkapan Maduro sebagai hasil operasi militer yang terkoordinasi dan presisi tinggi.

Ia menyebut kondisi ibu kota Caracas berada dalam keadaan gelap saat operasi berlangsung, yang menurutnya menunjukkan keunggulan teknologi dan kemampuan militer AS.

“Tidak ada negara lain yang mampu melakukan apa yang dilakukan Amerika dalam waktu sesingkat itu,” kata Trump, seraya memuji keterlibatan personel militer dan penegak hukum AS.

Trump menekankan bahwa operasi tersebut berlangsung tanpa korban dari pihak AS dan tanpa kehilangan peralatan militer.

Ia menyampaikan bahwa operasi itu melibatkan berbagai aset udara dan personel dalam skala besar, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

BACA JUGA  Lisa Mariana Desak Ridwan Kamil Tes DNA Ulang di Singapura

Senator AS Angkat Bicara 

Sementara itu, klaim penangkapan Maduro juga disampaikan oleh Senator Partai Republik dari Utah, Mike Lee.

Dalam unggahan di platform X pada Sabtu (3/1) waktu setempat, Lee menyebut Maduro ditangkap oleh personel AS dan akan dibawa untuk menjalani proses hukum.

Lee mengaku memperoleh informasi tersebut langsung dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Venezuela maupun lembaga internasional terkait status Maduro atau legitimasi tindakan yang diklaim oleh Washington.

Pernyataan Trump dan klaim para pejabat AS tersebut berpotensi memicu ketegangan internasional, terutama terkait prinsip kedaulatan negara dan hukum internasional.

Sejumlah pengamat menilai langkah tersebut dapat memunculkan reaksi keras dari negara-negara Amerika Latin serta aktor global lainnya, meskipun belum ada tanggapan resmi yang disampaikan hingga berita ini diturunkan.(01/CNN)