ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID — Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan resmi mencanangkan sekaligus melepas ratusan petugas pelaksana Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dalam sebuah acara yang digelar di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program nasional yang bertujuan memetakan kondisi dan potensi ekonomi daerah secara komprehensif.
Pelepasan petugas dipimpin langsung oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran para pejabat daerah tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperkuat basis data ekonomi nasional.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Kepala Kejaksaan Negeri Asahan, Komandan Kodim 0208/Asahan, Kapolres Asahan, Komandan Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan, serta jajaran pemerintah daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala BPS Kabupaten Asahan Rahmat Gustiar menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional yang memiliki peran penting dalam menyediakan data dan informasi statistik ekonomi yang akurat, lengkap, dan mutakhir.
Menurutnya, hasil sensus nantinya akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. Data yang diperoleh juga diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai struktur usaha, persebaran aktivitas ekonomi, serta potensi pengembangan sektor usaha di Kabupaten Asahan.
“Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menghasilkan data dasar yang dapat digunakan pemerintah sebagai bahan perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Data yang valid akan membantu dalam menyusun berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan sektor usaha,” ujar Rahmat Gustiar.
Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus tidak hanya berfokus pada pengumpulan data jumlah usaha, tetapi juga mencakup karakteristik usaha, skala usaha, sektor ekonomi yang berkembang, hingga potensi pertumbuhan ekonomi di setiap wilayah.
Melalui pendataan yang menyeluruh, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perekonomian daerah sehingga berbagai kebijakan yang disusun dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS Kabupaten Asahan telah menyiapkan sebanyak 654 petugas lapangan yang sebelumnya mengikuti pelatihan intensif selama hampir dua pekan, yakni pada 1 hingga 13 Juni 2026.
Rahmat menjelaskan, seluruh petugas telah dibekali pemahaman teknis mengenai metode pendataan, penggunaan instrumen sensus, etika wawancara, serta standar operasional yang harus diterapkan selama bertugas di lapangan.
Dari total 654 petugas yang diterjunkan, sebanyak 567 orang bertugas sebagai Petugas Pencacah Lapangan (PPL), sementara 83 orang berperan sebagai Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) untuk memastikan kualitas dan validitas data yang dikumpulkan.
Selain itu, BPS juga menyiapkan tim khusus yang terdiri atas tiga Petugas Pencacah Lapangan dan satu Petugas Pemeriksa Lapangan yang akan menangani pendataan sektor usaha skala besar. Tim tersebut memiliki tanggung jawab untuk memastikan data dari perusahaan dan usaha besar dapat dihimpun secara akurat dan sesuai standar statistik nasional.
Rahmat menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme menjadi prinsip utama yang harus dijunjung seluruh petugas selama menjalankan tugas. Ia berharap setiap petugas mampu menjaga kepercayaan masyarakat serta menghasilkan data yang berkualitas tinggi.
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyatakan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, BPS, pelaku usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, data ekonomi yang akurat merupakan instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan daerah, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis dan kompleks.
“Pemerintah daerah sangat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 karena hasilnya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif,” kata Taufik.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menerima kehadiran petugas sensus dengan baik serta memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur saat proses pendataan berlangsung.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan sensus. Data yang diberikan akan digunakan untuk kepentingan pembangunan dan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelaksanaan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Asahan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, petugas akan mendata sekitar 321.757 unit usaha dan rumah tangga yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Asahan.
Target pendataan yang besar tersebut diharapkan mampu menghasilkan potret perekonomian daerah yang lebih lengkap dan akurat. Hasil sensus nantinya akan menjadi referensi penting dalam penyusunan berbagai program pembangunan, pengembangan investasi, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan daya saing ekonomi daerah.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Asahan dan BPS Kabupaten Asahan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan berjalan sukses dan mampu menghasilkan data berkualitas sebagai landasan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (MA/09)










