PASURUAN, SUDUTPANDANG.ID – Babinsa Koramil 0819/24 Tutur, Sertu Suyanto, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap sektor pertanian dengan mendampingi para petani kentang di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Pendampingan dilakukan melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) sebagai upaya membantu petani menghadapi tantangan musim kemarau yang berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (27/7/2026) itu menjadi wadah dialog antara Babinsa dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan air hingga strategi menjaga keberlangsungan usaha pertanian di tengah perubahan cuaca.
Sertu Suyanto mengatakan pendampingan kepada petani merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD.
Melalui komunikasi yang intensif, Babinsa berupaya memberikan motivasi sekaligus mencari solusi bersama agar sektor pertanian tetap produktif meski menghadapi musim kemarau.
Dalam pertemuan tersebut, para petani menyampaikan bahwa kentang masih menjadi komoditas unggulan sekaligus sumber pendapatan utama bagi sebagian besar warga Desa Ngadirejo.
Selain membudidayakan kentang, masyarakat juga menanam berbagai jenis sayuran hortikultura. Namun, hasil panen kentang tetap menjadi penopang utama perekonomian keluarga.
Menurut para petani, musim kemarau menjadi tantangan tersendiri karena berdampak pada ketersediaan air untuk irigasi.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas dan kuantitas hasil panen apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Menanggapi hal itu, Sertu Suyanto menjelaskan bahwa tanaman kentang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam pengelolaan kebutuhan air.
Tanaman ini cukup sensitif terhadap perubahan cuaca sehingga memerlukan pola perawatan yang tepat agar mampu tumbuh optimal.
“Kentang merupakan tanaman yang membutuhkan perawatan ekstra, khususnya dalam pengaturan kebutuhan air. Karena itu, kami mengajak para petani tetap semangat dan mulai mempertimbangkan alternatif tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi musim kemarau,” ujar Sertu Suyanto.
Ia menjelaskan, kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman, sedangkan kelebihan air justru dapat memicu munculnya penyakit yang menyebabkan kualitas hasil panen menurun.
Oleh sebab itu, pengelolaan irigasi yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan budidaya kentang.
Selain memberikan pendampingan teknis, Babinsa juga mendorong petani untuk menerapkan diversifikasi tanaman sebagai langkah mengurangi risiko kerugian akibat perubahan iklim.
Menurutnya, ketergantungan terhadap satu jenis komoditas dapat meningkatkan risiko ekonomi apabila hasil panen mengalami penurunan.
Sebagai alternatif, Sertu Suyanto menyarankan masyarakat mulai membudidayakan tanaman hortikultura lain seperti cabai, tomat, sawi, dan berbagai jenis sayuran yang dinilai lebih adaptif terhadap musim kemarau serta memiliki peluang pasar yang menjanjikan.
Diversifikasi tanaman diyakini mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi petani. Dengan demikian, apabila produksi kentang mengalami penurunan, petani masih memiliki hasil panen dari komoditas lain yang dapat menopang kebutuhan ekonomi keluarga.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa mendapat respons positif dari masyarakat. Para petani menilai kehadiran aparat TNI di tengah aktivitas pertanian memberikan semangat sekaligus menjadi sarana bertukar informasi mengenai solusi menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Melalui kegiatan Komsos, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan memperkuat koordinasi antarpetani dalam mengelola lahan pertanian.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar setiap permasalahan yang muncul dapat diselesaikan secara bersama-sama.
Kehadiran Babinsa di sektor pertanian menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif mendukung program ketahanan pangan nasional.
Pendampingan kepada petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat desa.
Dengan sinergi antara TNI dan petani, diharapkan sektor pertanian di Desa Ngadirejo tetap mampu bertahan menghadapi tantangan musim kemarau.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga ketersediaan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian yang berkelanjutan. (ACZ/09)










