JAKARTA, SUDUPANDANG.ID – Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengawali tahun 2026 dengan menggelar kegiatan Coffee Morning bersama insan pers sebagai wadah komunikasi dan dialog terbuka. Acara bertajuk Coffee Morning Media ini dilaksanakan pada Jumat pagi, (9/1/2026) bertempat di Malacca Toast, kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut diprakarsai langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Dr. Husnul Khotimah, S.H., M.H., sebagai bentuk komitmen lembaga peradilan dalam memperkuat transparansi, keterbukaan informasi publik, serta membangun sinergi yang sehat dengan media. Forum ini turut difasilitasi oleh Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri.
Dalam suasana santai namun substantif, PN Jakarta Pusat memanfaatkan momentum ini untuk melakukan refleksi atas capaian kinerja sepanjang tahun sebelumnya sekaligus memaparkan harapan dan agenda perbaikan di tahun 2026.
Ketua PN Jakarta Pusat menyampaikan berbagai pencapaian, tantangan, serta komitmen institusinya untuk terus menghadirkan pelayanan peradilan yang profesional, berintegritas, dan akuntabel.
Selain pemaparan dari pihak pengadilan, insan pers juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, masukan, dan harapan terhadap kinerja PN Jakarta Pusat.
Sesi dialog ini dinilai penting sebagai mekanisme umpan balik guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam aspek keterbukaan informasi dan relasi kelembagaan antara pengadilan dan media.
Acara kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah, yang diharapkan dapat mempererat hubungan kemitraan secara informal namun tetap konstruktif.
Dalam konteks negara hukum dan demokrasi, hubungan yang sehat antara lembaga peradilan dan media dipandang memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan publik serta memastikan informasi hukum tersampaikan secara objektif dan berimbang.
Pada kesempatan tersebut, Husnul Khotimah juga menegaskan komitmen PN Jakarta Pusat dalam mencegah praktik korupsi dan kecurangan di lingkungan peradilan. Ia mengungkapkan bahwa penguatan integritas aparatur menjadi perhatian utama melalui berbagai kegiatan pembinaan.
“Setiap Rabu kami ada siraman rohani,” ujar Husnul Khotimah dalam acara Coffee Morning Media: Capaian dan Harapan Awal Tahun untuk PN Jakpus.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya ditujukan kepada para hakim, tetapi juga seluruh aparatur pengadilan. Penekanan terhadap kode etik, profesionalisme, serta integritas terus dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penyimpangan.
“Kami selalu melakukan pembinaan, baik kepada para hakim maupun seluruh aparat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Penekanan integritas dan pembinaan rohani terus kami dorong,” katanya.
Lebih lanjut, Husnul menekankan bahwa keteladanan pimpinan dan hakim memiliki peran sentral dalam membangun budaya kerja yang bersih dan berintegritas.
“Keteladanan para hakim dan pimpinan menjadi pintu utama agar semua sadar bahwa kita tidak boleh lagi melakukan hal-hal seperti dulu,” ujarnya.
Melalui kegiatan coffee morning ini, PN Jakarta Pusat menegaskan sikap terbuka terhadap kritik dan masukan yang konstruktif, tanpa mengurangi independensi lembaga peradilan dalam menjalankan fungsi yudisialnya.
Sementara itu, insan pers diharapkan dapat terus menjalankan peran kontrol sosial secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang positif bagi terbangunnya komunikasi yang lebih terbuka, berimbang, dan berkelanjutan antara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan media sepanjang tahun 2026.(PR/04)









