Bintang Cedera, Indonesia Raih Perak Voli Pantai

Pasangan Indonesia Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih medali perak voli pantai putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari wakil Qatar Cherif Samba/Ahmed Janko dalam pertandingan final tiga set di Jepang, Sabtu (3/10/2026). (Foto: IST/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Indonesia meraih medali perak voli pantai putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah pasangan Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi harus mengakui keunggulan wakil Qatar Cherif Samba/Ahmed Janko dalam laga final di Jepang, Sabtu (3/10/2026).

Bintang/Sofyan kalah melalui pertandingan tiga set dengan skor 21-19, 16-21, 9-15. Cedera yang dialami Bintang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penampilan pasangan Indonesia, terutama ketika pertandingan memasuki set penentuan.

Bintang mengalami masalah pada kakinya setelah menginjak kaki pemain Qatar di sekitar area net. Kondisi tersebut pada awalnya belum terlalu terasa, tetapi rasa sakit semakin meningkat seiring pertandingan berjalan.

Pelatih voli pantai putra Indonesia Andi Ardiansyah mengatakan kondisi Bintang akhirnya memengaruhi mobilitasnya di lapangan. Setelah pertandingan, kaki Bintang disebut mengalami pembengkakan dan membuatnya kesulitan berjalan.

“Bintang cedera karena menginjak kaki lawan. Kaki lawan masuk ke lapangan kita saat mengeblok. Dari awal tidak begitu terasa, tetapi lama-lama terasa sakit. Bintang tidak bisa jalan setelah bermain, kakinya bengkak. Bukan rezeki kita,” kata Andi.

Cedera tersebut menjadi pukulan bagi Indonesia karena Bintang/Sofyan sebenarnya mampu memberikan perlawanan ketat kepada pasangan Qatar. Pada set pertama, wakil Indonesia berhasil mengamankan kemenangan 21-19.

BACA JUGA  Erick Thohir Apresiasi Pemain Diaspora Perkuat Klub BRI Liga 1

Memasuki set kedua, Cherif/Ahmed meningkatkan tekanan dan mengambil alih permainan. Qatar mampu memenangkan set tersebut dengan skor 21-16 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui set ketiga.

Situasi menjadi semakin sulit bagi Indonesia pada set penentuan. Kondisi fisik Bintang yang terganggu membuat pergerakannya tidak lagi maksimal. Qatar kemudian memanfaatkan momentum tersebut untuk mengamankan set ketiga 15-9 sekaligus memastikan medali emas.

Andi menilai pertandingan berjalan relatif seimbang sebelum kondisi Bintang semakin terganggu oleh cedera. Menurutnya, strategi yang telah disiapkan sebenarnya dapat dijalankan oleh kedua pemain Indonesia.

“Secara permainan kedua tim berimbang. Mungkin kalau tidak cedera, beda hasilnya karena pergerakan menjadi sakit. Sebenarnya anak-anak bermain sesuai instruksi,” ujar Andi.

Medali perak tersebut tetap menjadi pencapaian penting bagi Bintang/Sofyan. Mereka mampu mencapai final Asian Games setelah melewati sejumlah pertandingan dan menghadapi lawan-lawan tangguh sepanjang turnamen.

Sofyan mengakui pasangan Qatar tampil sangat baik dalam pertandingan final. Menurutnya, pengalaman Cherif/Ahmed di berbagai kompetisi internasional menjadi salah satu keunggulan mereka.

“Harus diakui, lawan bermain sangat bagus. Mereka benar-benar tahu bermain. Mereka pemain top dunia, punya pengalaman banyak dan jam terbang tinggi,” kata Sofyan.

Cherif/Ahmed memang memiliki rekam jejak panjang di level internasional. Pasangan Qatar tersebut pernah meraih medali perunggu pada Olimpiade Tokyo 2020.

BACA JUGA  Marciano Norman Puji Desak Made, Panjat Tebing Kembali Jadi Andalan Indonesia

Selain itu, Cherif/Ahmed merupakan pasangan yang memiliki pengalaman sebagai juara Asian Games. Mereka sebelumnya berhasil meraih medali emas pada edisi 2018 dan 2022.

Kemenangan di final 2026 membuat Qatar kembali mempertahankan dominasi di nomor voli pantai putra Asian Games. Sementara bagi Indonesia, perak yang diraih Bintang/Sofyan menjadi hasil dari perjuangan panjang menuju partai puncak.

Sebelum melangkah ke final, Bintang/Sofyan lebih dahulu mengamankan tiket perebutan emas melalui kemenangan atas pasangan Jepang Kota Kurosawa/Taito Mizumachi pada semifinal, Kamis (1/10/2026).

Pasangan Indonesia tampil meyakinkan pada laga tersebut dan menang dua set langsung 21-19, 21-18. Hasil itu memastikan Bintang/Sofyan menjadi salah satu pasangan yang berhak memperebutkan medali emas.

Namun, perjuangan mereka di final harus berakhir dengan medali perak setelah pertandingan berlangsung ketat hingga set ketiga. Cedera yang dialami Bintang menjadi bagian penting dari jalannya laga dan membuat Indonesia tidak dapat tampil dalam kondisi terbaik.

Persoalan cedera tersebut juga berpotensi memengaruhi agenda Bintang/Sofyan setelah Asian Games. Tim pelatih sebelumnya telah menyiapkan rencana mengikuti tur internasional ke Turki mulai 13 Oktober 2026, kemudian berlanjut ke Jepang.

BACA JUGA  Bunda Corla Curhat Sulitnya Beli Rumah di Jerman

Andi mengatakan jadwal tersebut masih akan dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi Bintang.

“Rencana ikut tur ke Turki 13 Oktober bisa batal. Namun, kita lihat kondisinya. Setelah Turki ada tur ke Jepang,” ujarnya.

Tim pelatih kini perlu melihat perkembangan kondisi Bintang sebelum menentukan program pertandingan berikutnya. Pemeriksaan dan pemulihan menjadi penting agar cedera yang dialami tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Meski gagal membawa pulang emas, perjuangan Bintang/Sofyan tetap memberikan catatan positif bagi Indonesia. Mereka berhasil menembus final Asian Games dan membawa pulang medali perak dari persaingan voli pantai putra.

Hasil tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dengan pasangan papan atas Asia.

Bagi Bintang dan Sofyan, medali perak menjadi buah dari perjuangan hingga partai terakhir, meski harus menghadapi kendala cedera pada laga penentuan. (09/AGF).