JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) melaporkan adanya lima bencana alam baru yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam kurun waktu 24 jam, terhitung sejak Rabu (27/8/2025) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (28/8/2025) pukul 07.00 WIB. Kejadian tersebut meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir akibat cuaca ekstrem.
Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Selasa (26/8) malam. Kebakaran melanda lahan seluas 5 hektare di Kelurahan Parik Sabungan, Kecamatan Dolok Pardamean. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. BPBD setempat berhasil memadamkan api, sementara Bupati Simalungun telah menetapkan status siaga darurat Karhutla hingga 30 September 2025.
Keesokan harinya, Rabu (27/8), karhutla juga terjadi di Kabupaten Padang Lawas Utara dengan area terdampak mencapai 15 hektare. Lokasi kebakaran berada di Desa Gunung Tua Jae, Kecamatan Padang Bolak. Api telah berhasil dipadamkan, dan pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat selama 118 hari, mulai 5 Juni hingga 30 September 2025.
Sementara itu di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kebakaran terjadi di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara. Peristiwa pada Rabu (27/8) sore ini menghanguskan 4 hektare lahan. Api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat. Saat ini wilayah tersebut dalam status siaga darurat bencana asap hingga 30 November 2025.
Selain karhutla, dua peristiwa banjir juga dilaporkan di Provinsi Maluku Utara.
Pertama, banjir melanda Kota Tidore Kepulauan pada Rabu (27/8) pagi. Hujan deras selama delapan jam membuat sungai meluap di Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara. Sebanyak 400 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air mencapai 100 cm. Saat ini, BPBD dan Dinas PUPR setempat sedang melakukan pendataan dan perhitungan kerugian.
Kedua, banjir juga terjadi di Kabupaten Halmahera Barat pada hari yang sama. Desa Gamomeng, Kecamatan Sahu Timur, menjadi wilayah terdampak dengan 300 jiwa terdampak serta kerusakan 40 rumah dan dua fasilitas pendidikan. Kondisi terkini, banjir telah surut, dan warga kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan mandiri.
BNPB mengingatkan seluruh pemerintah daerah serta masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
- Menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase berfungsi baik.
- Tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
- Melaporkan segera apabila menemukan titik api.
- Memangkas pohon rimbun yang rawan tumbang saat cuaca ekstrem.
- Selalu mengikuti informasi resmi dari instansi terkait serta arahan petugas di lapangan.
Dengan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem dan potensi kebakaran hutan di musim kemarau, BNPB menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam pencegahan dan mitigasi bencana.(PR/04)









