SUDUTPANDANG.ID – Bulan Rajab memiliki keutamaan besar karena penuh keberkahan. Salah satu keutamaan bulan ini adalah menjadi waktu mustajab untuk berdoa. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan memohon kebaikan dunia serta akhirat, karena pintu rahmat Allah SWT terbuka lebih lebar pada bulan yang penuh berkah ini.
Dalam sejarah Islam, bulan Rajab juga dikenal sebagai bulan yang mulia untuk merenungi perjalanan hidup, memperbaiki diri, serta meningkatkan ketakwaan. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan kebaikan pada bulan ini, termasuk sedekah, puasa sunnah, dan doa.
Pentingnya Doa di Bulan Rajab
Salah satu ibadah utama yang sangat dianjurkan pada bulan Rajab adalah memperbanyak doa. Doa merupakan sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT, sekaligus wujud pengakuan akan kelemahan diri dan pengharapan terhadap rahmat-Nya.
Imam Asy-Syafi’i (wafat 204 H) pernah menyatakan bahwa doa yang dipanjatkan pada malam pertama bulan Rajab memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Hal ini menunjukkan bahwa bulan ini merupakan waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memohon ampunan, keselamatan, serta kebaikan dunia dan akhirat.
Dengan memperbanyak doa, hati menjadi tenang, pikiran lebih fokus, dan semangat beribadah meningkat. Doa yang tulus dan konsisten, terutama di bulan yang penuh berkah seperti Rajab, akan menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Contoh Amalan Doa di Bulan Rajab
Amalan doa di bulan Rajab tidak harus panjang atau rumit. Beberapa bentuk doa yang dianjurkan meliputi:
- Memohon ampunan atas dosa yang telah lalu.
- Meminta keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan umat Islam secara umum.
- Memohon petunjuk dalam menjalani kehidupan sehari-hari dan keteguhan iman.
Selain doa, dianjurkan pula untuk melakukan puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak sedekah. Semua amalan ini akan semakin memperkuat kedekatan dengan Allah SWT dan mendatangkan keberkahan dalam hidup.
Rajab adalah waktu yang sangat mulia untuk memperbanyak doa dan ibadah lainnya. Dengan memanfaatkan momentum ini, setiap Muslim dapat memperbaiki diri, menebar kebaikan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Doa yang dipanjatkan dengan ikhlas sebagaimana disampaikan oleh Imam Asy-Syafi’i, memiliki insyaallah dikabulkan, sehingga tidak ada alasan untuk melewatkan kesempatan berharga ini.(Berbagai sumber)









