Bupati Asahan Resmikan Tanam Perdana PSR dan Padi Gogo

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin bersama Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha melakukan penanaman simbolis bibit kelapa sawit unggul dan benih padi gogo di Desa Gotting Sodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Senin (31/8/2026). (Foto: IST/SP).

ASAHAN, SUMUT – SUDUTPANDANG.ID — Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., meresmikan tanam perdana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pola kemitraan yang dipadukan dengan budidaya padi gogo melalui sistem intercropping di Desa Gotting Sodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Senin (31/8/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kegiatan digagas Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit Kesepakatan bekerja sama dengan PTPN IV.

Peresmian tanam perdana itu turut dihadiri Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asahan, termasuk Dandim 0208/Asahan dan Kapolres Asahan.

Selain itu, hadir jajaran pimpinan PTPN IV Regional I dan Grup Kebun Asahan, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Bandar Pasir Mandoge, serta para kepala desa se-Kecamatan Bandar Pasir Mandoge.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin bersama Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha melakukan penanaman simbolis bibit kelapa sawit unggul dan benih padi gogo di Desa Gotting Sodadi, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Senin (31/8/2026). (Foto: IST/SP).

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Program PSR pola kemitraan tersebut diarahkan untuk meremajakan tanaman kelapa sawit milik petani yang telah berusia tua sekaligus memanfaatkan lahan sela secara produktif.

BACA JUGA  Bupati Lepas Tim Kesebelasan GSI Tingkat SMP Kabupaten Asahan

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tanaman sawit yang diremajakan merupakan milik 181 anggota Koperasi Kesepakatan. Tanaman tersebut rata-rata telah berusia sekitar 40 tahun sehingga membutuhkan peremajaan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan.

Selain peremajaan sawit, lahan sela juga dimanfaatkan untuk mendukung produksi tanaman pangan. Sekitar 86 hektare lahan disiapkan untuk budidaya padi gogo. Sementara itu, 98 hektare lainnya dialokasikan untuk tanaman pangan produktif pendukung.

Skema tersebut memungkinkan petani tetap memperoleh manfaat ekonomi dari lahan selama proses peremajaan tanaman sawit berlangsung. Integrasi antara sektor perkebunan dan tanaman pangan juga diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi petani.

Ketua Koperasi Produsen Petani Kelapa Sawit Kesepakatan, Saripuddin Sirait, menyampaikan apresiasi kepada PTPN IV dan jajaran Forkopimda Kabupaten Asahan atas dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, dukungan lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan program peremajaan sawit rakyat. Kemitraan yang terbangun diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi anggota koperasi dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV Arya Sandhiyudha menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan pendampingan kepada petani mitra.

BACA JUGA  Camat Kota Kisaran Timur Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan Kabupaten Asahan di Kelurahan

Pendampingan tersebut mencakup dukungan teknis secara intensif agar proses peremajaan tanaman sawit dan pengelolaan lahan dapat berjalan optimal. PTPN IV berharap program kemitraan tersebut mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung peningkatan taraf hidup petani.

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengapresiasi sinergi antara koperasi petani, PTPN IV, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurut Taufik, integrasi PSR dengan budidaya padi gogo memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan peremajaan perkebunan rakyat, tetapi juga mendukung agenda penguatan ketahanan pangan.

“Integrasi program PSR dengan penanaman padi gogo tidak hanya sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi pendorong utama roda perekonomian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Asahan,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan lahan yang mampu menggabungkan kepentingan perkebunan dan pertanian pangan. Dengan pola kemitraan dan pendampingan yang berkelanjutan, produktivitas petani diharapkan terus meningkat.

Selain berdampak terhadap sektor pertanian dan perkebunan, program tersebut juga dinilai berpotensi memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge.

BACA JUGA  Kunjungi 202 Masjid, Pemkab Asahan Gelar Safari Ramadhan 1443 H

Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman simbolis bibit kelapa sawit unggul dan benih padi gogo oleh Bupati Asahan bersama Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV serta jajaran tamu undangan di area percontohan yang telah disiapkan.

Penanaman perdana tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan program PSR pola kemitraan sekaligus pemanfaatan lahan sela untuk tanaman pangan.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar dengan harapan program tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian, perkebunan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani di Kabupaten Asahan. (MA/09)