Kuliah Umum di FEB UI, Dirut PTPN IV PalmCo: Kampus Tempat Aman untuk Bereksperimen

Avatar photo
Kuliah Umum di FEB UI, Dirut PTPN IV PalmCo: Kampus Tempat Aman untuk Bereksperimen
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menyatakan bahwa kampus merupakan tempat yang aman bagi mahasiswa untuk bereksperimen, mencoba berbagai hal, dan belajar dari kegagalan. Pesan itu disampaikan Jatmiko saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).

Dalam kuliah umum tersebut, Jatmiko mengajak mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengenali potensi diri dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

“Kampus adalah tempat yang paling aman untuk teman-teman semua bereksperimen. Manfaatkan empat tahun ini sebagai laboratorium,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).

Menurut Jatmiko, lingkungan kampus memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mencoba sesuatu yang baru tanpa harus terlalu khawatir terhadap konsekuensi seperti yang mungkin terjadi di dunia profesional.

Ia membandingkan pengalaman melakukan kesalahan di kampus dengan lingkungan kerja. Menurut Jatmiko, kesalahan di dunia profesional dapat menimbulkan konsekuensi serius, sedangkan mahasiswa dapat menjadikan kesalahan selama kuliah sebagai bagian dari proses belajar.

“Bikin salah di kampus tidak ada mutasi, tidak ada PHK, tidak dimarahi atasan, dan tidak dipotong gaji. Karena di situlah teman-teman bisa membentuk diri dengan lebih bagus,” katanya.

BACA JUGA  Kodim 0820/Probolinggo Ikut Canangkan Jadi Kota Donor Darah

Karier Tidak Selalu Linier

Jatmiko juga mengingatkan mahasiswa bahwa perjalanan karier tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat sejak awal.

Menurutnya, seseorang dapat menghadapi berbagai perubahan arah dalam perjalanan profesional. Karena itu, mahasiswa tidak perlu merasa cemas apabila belum memiliki gambaran pasti mengenai profesi yang ingin ditekuni setelah menyelesaikan pendidikan.

“Manusia kadang berpikir bahwa progres itu akan linier. Tapi tidak, progres itu kadang meminta kita untuk belok kiri atau belok kanan ke area yang belum kita ketahui,” ujar Jatmiko.

Ia meminta mahasiswa terus melakukan evaluasi terhadap diri sendiri untuk mengetahui kemampuan dan bidang yang paling sesuai dengan potensinya.

“Kalau hari ini kalian belum tahu mau jadi apa, tidak usah khawatir. Yang paling penting adalah terus melakukan evaluasi agar kita memahami di mana letak potensi sejati kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jatmiko turut membagikan pengalaman perjalanan kariernya. Ia mengatakan, salah satu pelajaran penting yang diperolehnya adalah pentingnya kemampuan beradaptasi dan memahami karakter orang lain.

BACA JUGA  Ekspedisi Safari Ramadan PalmCo: Konsolidasi dan Penguatan Etos Kerja di 7 Provinsi

Menurut Jatmiko, kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika seseorang berada dalam lingkungan kerja yang terdiri atas orang dengan latar belakang, karakter, dan cara pandang yang beragam.

Pentingnya Mengelola Ekspektasi

Kuliah Umum di FEB UI, Dirut PTPN IV PalmCo: Kampus Tempat Aman untuk Bereksperimen
Kuliah Umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). (Foto: Dok.PTPN IV PalmCo)

Selain keberanian untuk mencoba, Jatmiko menekankan pentingnya kemampuan mengelola ekspektasi. Ia meminta mahasiswa memahami bahwa hasil yang diperoleh tidak selalu sesuai dengan keinginan.

Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan setiap proses telah dijalani dengan usaha maksimal dan kemudian menjadikan hasil sebagai bahan evaluasi untuk langkah berikutnya.

“Nilai berapapun atau hasil apapun yang kita terima dalam hidup ini, selama kita sudah berusaha dan berdoa dengan maksimal, terima saja. Apa yang kita dapatkan hari itu adalah apa yang kita butuhkan, yang belum tentu apa yang kita inginkan,” ujar Jatmiko.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik. Menurutnya, dunia kerja membutuhkan orang yang mampu terus belajar, terbuka terhadap perubahan, serta dapat bekerja sama dengan orang lain.

Jatmiko menyebut pilihan untuk menjadi seorang spesialis ataupun generalis merupakan bagian dari perjalanan karier masing-masing individu. Namun, apa pun pilihan tersebut, mahasiswa perlu mempertahankan sikap terbuka dan konsisten dalam menjalani proses.

BACA JUGA  PTPN IV PalmCo Raih Stellar Workplace Award 2025, Bukti Transformasi Berbasis Manusia

“Maksimalkan potensi kalian, optimalkan waktu yang ada. Apakah nanti akan menjadi seorang spesialis atau generalis, itu adalah pilihan. Tapi ingat, selalu buka pikiran dan kerjakan semuanya secara persisten, konsisten, serta selalu pakai hati,” tuturnya.

Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang diikuti mahasiswa FEB UI. Dalam kegiatan itu, Jatmiko menyampaikan materi mengenai pengalaman kerja, perjalanan karier, eksplorasi potensi diri, serta persiapan menghadapi dunia profesional.(red)