“Tiga prinsip khitah perjuangan merupakan komitmen Satria Setia Bhakti Al-Khairiyah untuk membentuk generasi dan masyarakat yang beriman, bertakwa, sukses, adil, makmur dan sentosa.”
CILEGON-BANTEN|SUDUTPANDANG.ID –Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah akan menggelar Muktamar XI pada 16-18 Oktober 2026 di Citangkil, Kota Cilegon, Banten.
Muktamar Al-Khairiyah tersebut mengangkat tema “Menegakkan akidah dan tauhid, mengembangkan syariat, menuntun akhlak dan membangun peradaban dunia”.
Ketua Umum PB Al-Khairiyah Ali Mujahidin mengatakan, tema tersebut merupakan prinsip landasan khitah perjuangan Al-Khairiyah.
Hal itu disampaikan Ali dalam perbincangan dengan wartawan di Cilegon, Banten, Ahad (4/10/2026).
“Prinsip landasan perjuangan Al-Khairiyah itu menjadi landasan ideologi keislaman individu, organisasi, keumatan, kebangsaan dan keindonesiaan,” kata Ali.
Menurut Ali, tiga prinsip khitah perjuangan tersebut merupakan komitmen Satria Setia Bhakti Al-Khairiyah untuk membentuk generasi dan masyarakat yang beriman, bertakwa, sukses, adil, makmur dan sentosa.
Tiga Landasan Perjuangan
Ali menjelaskan, prinsip pertama adalah menegakkan akidah Islamiah dan tauhid berlandaskan Al Quran dan hadis. Prinsip ini menjadi fondasi keimanan dan spiritual bagi kader Al-Khairiyah, umat, bangsa dan negara.
Prinsip kedua adalah mengembangkan syariat. Hal itu mencakup pendalaman ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi, komitmen terhadap penegakan hukum, serta semangat amar makruf nahi mungkar dalam memperjuangkan keadilan bagi umat, bangsa dan negara.
Prinsip tersebut juga mencakup penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa dan upaya mengisi cita-cita kemerdekaan yang diperjuangkan para pendiri bangsa.
Selain itu, Al-Khairiyah mendorong pemeliharaan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, penguatan ukhuwah Islamiah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah Al-Khairiyah dan ukhuwah insaniyah.
Ali mengatakan, perjuangan tersebut dilakukan dengan cara yang aktif, kreatif, inovatif, progresif, dan produktif.
Sementara itu, prinsip ketiga adalah menuntun akhlak untuk membangun peradaban. Prinsip ini diwujudkan melalui pembentukan integritas, keteladanan, dedikasi, semangat, dan motivasi kerja dalam aspek kepribadian, perilaku, etika, moral dan akhlak.
Menurut Ali, prinsip tersebut juga menekankan pentingnya tanggung jawab, kejujuran, kesabaran, empati, serta kepedulian terhadap sesama manusia dan makhluk hidup.
Selain itu, Al-Khairiyah mendorong pelestarian kearifan kultur, budaya, dan tradisi, serta penanaman nilai-nilai agama dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Bukan Sekadar Agenda Organisasi
Ali berharap Muktamar XI tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi untuk merumuskan gagasan, menyusun program kerja dan memilih kepengurusan baru.
Menurutnya, muktamar juga menjadi momentum untuk menyatukan komitmen dan tekad dalam menjalankan tiga prinsip landasan khitah perjuangan Al-Khairiyah.
“Yang lebih penting adalah menyamakan komitmen dan tekad untuk dapat mewujudkan tiga prinsip landasan khitah perjuangan Al-Khairiyah, yaitu menegakkan akidah dan tauhid, mengembangkan syariat, menuntun akhlak dan membangun peradaban dunia,” kata Ali.(Red)











