Dari Korut hingga Spanyol, Dunia Kecam Tindakan AS terhadap Venezuela

Avatar photo
Dari Korut hingga Spanyol, Dunia Kecam Tindakan AS terhadap Venezuela
Kecaman terhadap Amerika Serikat terus berdatangan pasca penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.(Foto: istimewa)

SUDUTPANDANG.ID – Berbagai aksi kecaman disuarakan oleh warga dunia pasca serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang berujung penangkapan Nicolas Maduro beserta istri pada Sabtu (4/1).

Dari Pyongyang hingga Madrid, negara-negara Asia dan Amerika Latin serta masyarakat sipil menilai langkah AS sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Venezuela. Kecaman disampaikan melalui demonstrasi, pernyataan resmi pemerintah, dan seruan politik. Semua menyoroti intervensi militer AS ke Venezuela yang dinilai memicu ketegangan global.

Melansir AFP, Senin (5/1), di Pyongyang, Korea Utara (Korut) mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS. Kementerian Luar Negeri Korut menyebut tindakan tersebut sebagai “pelanggaran kedaulatan yang serius dan sembrono terhadap Piagam PBB serta hukum internasional.”

Juru bicara Kementerian Korut menambahkan bahwa langkah Washington mencerminkan upaya hegemonik yang bersifat agresif, dan menegaskan dukungan Pyongyang terhadap pemerintahan sosialis Maduro.

Sementara itu, di Eropa seperti dilansir dari RIA Novosti, ratusan warga berkumpul di depan Kedutaan Besar AS di Madrid, Spanyol. Mereka menentang aksi militer Washington terhadap Venezuela. Para demonstran membawa spanduk, meneriakkan slogan anti-intervensi, dan menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan negara lain.

BACA JUGA  3 Korban Kecelakaan Pesawat TNI-AU Dimakamkan di Malang, 1 di Madiun

Kecaman serupa disampaikan pemimpin partai kiri Podemos, Ione Belarra, meminta pemerintah Spanyol dan Uni Eropa meninjau hubungan dengan AS serta mengambil langkah tegas terkait insiden Venezuela.

Tidak hanya di Spanyol, aksi solidaritas juga tercatat di beberapa kota besar Eropa lainnya. Demonstrasi damai dilakukan untuk menentang “campur tangan militer dan penangkapan paksa” serta mendukung hak Venezuela menentukan masa depan tanpa tekanan asing.

Para pengunjuk rasa menekankan bahwa aksi ini bukan soal dukungan pada individu tertentu, melainkan penolakan terhadap kekerasan dan pelanggaran kedaulatan negara.

Kuba dan Kolombia

Di Amerika Latin, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengecam serangan AS melalui media sosial, menyebut tindakan tersebut sebagai agresi sepihak yang berpotensi mengancam stabilitas kawasan.

“Kuba mengecam dan menuntut reaksi mendesak dari komunitas internasional terhadap serangan kriminal Amerika Serikat terhadap Venezuela,” tulis Díaz-Canel.

BACA JUGA  China Gelar Latihan Militer, Diaspora Indonesia di Taiwan Bisa Terganggu

Ia menyebut kawasan Amerika Latin sedang diserang secara brutal dan menggambarkan tindakan Washington sebagai bentuk terorisme negara.

Hal senada disampaikan oleh Pemerintah Kolombia yang menyuarakan keprihatinannya. Kolombia menilai operasi militer AS menimbulkan preseden berbahaya bagi kedaulatan negara-negara di wilayah itu.

Operasi AS sendiri dilaporkan melibatkan penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta pengalihan mereka ke kapal milik Angkatan Laut AS, USS Iwo Jima.

Media internasional melaporkan adanya ledakan di Caracas, dan korban tewas, termasuk personel militer dan warga sipil, mencapai puluhan orang. Otoritas Venezuela menuntut bukti keberadaan Maduro dan mempertanyakan legalitas intervensi tersebut, sementara pemerintahan AS menyatakan akan mengadili Presiden Venezuela.

Donald Trump

Aksi AS memicu gelombang kecaman global yang melibatkan pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat sipil.

Dari Asia hingga Eropa, dan dari Amerika Latin hingga Amerika Utara, reaksi dunia menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara, mencegah agresi militer sepihak, dan menegakkan hukum internasional sebagai dasar hubungan antarnegara.

BACA JUGA  Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun Terima Penghargaan Kemenpora

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump, pada Minggu (4/1) memberikan peringatan tegas kepada penjabat baru Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez. Trump menegaskan akan ada konsekuensi serius jika Rodriguez tidak bertindak sesuai yang dianggap benar oleh Washington.

Dalam wawancara dengan majalah The Atlantic, Trump menyatakan,

“Jika Delcy Rodriguez tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga sangat mahal, mungkin lebih besar daripada Maduro,” kata Trump dalam wawancara dengan majalah The Atlantic.(01/berbagai sumber)