Disdik Asahan Perkuat Pendidikan Agama Katolik di Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, menerima audiensi Bimas Katolik Kemenag Asahan dan pengurus Gereja Katolik untuk memperkuat mutu Pendidikan Agama Katolik. (Foto: ist/SP)

ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID — Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pendidikan Agama Katolik di sekolah melalui penguatan sinergi dengan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan dan pengurus gereja Katolik se-Kabupaten Asahan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, SE., M.Si, pada Selasa (21/7/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan berbagai program peningkatan mutu pendidikan agama sekaligus memastikan hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan keagamaan yang berkualitas dapat terpenuhi.

Audiensi dihadiri jajaran Bimas Katolik Kementerian Agama Kabupaten Asahan bersama para pengurus Gereja Katolik se-Kabupaten Asahan.

Kedua belah pihak membahas berbagai persoalan dan kebutuhan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan Pendidikan Agama Katolik, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas kepada seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang agama maupun keyakinan.

Menurutnya, Pendidikan Agama merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Karena itu, kualitas pembelajaran harus terus ditingkatkan agar mampu membentuk generasi yang memiliki keimanan, akhlak mulia, toleransi, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

BACA JUGA  Pjs Bupati Hadir Acara Pelantikan IPK Kabupaten Asahan

“Dinas Pendidikan berkomitmen memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas Pendidikan Agama Katolik. Kolaborasi dengan Kementerian Agama dan pengurus gereja menjadi langkah penting agar pelayanan pendidikan keagamaan di sekolah dapat berjalan secara optimal,” ujar Musa Al Bakri.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, menerima audiensi Bimas Katolik Kemenag Asahan dan pengurus Gereja Katolik untuk memperkuat mutu Pendidikan Agama Katolik. (Foto: ist/SP)

Dalam pertemuan tersebut, salah satu pembahasan utama adalah pemenuhan kebutuhan Guru Pendidikan Agama Katolik di sejumlah sekolah negeri yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapatkan perhatian agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara maksimal sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain persoalan tenaga pendidik, audiensi juga membahas kebutuhan buku pelajaran Pendidikan Agama Katolik yang sesuai dengan kurikulum nasional.

Ketersediaan bahan ajar dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar mengajar sehingga siswa memperoleh materi pembelajaran yang lengkap dan berkualitas.

Tidak hanya itu, kedua belah pihak turut mendiskusikan penyediaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran, termasuk fasilitas yang menunjang kegiatan pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah.

Penguatan kegiatan rohani bagi peserta didik Katolik juga menjadi salah satu agenda pembahasan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan pengembangan nilai-nilai spiritual.

BACA JUGA  Bupati Asahan Hadiri Pengobatan Gratis BKB

Musa Al Bakri menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bimas Katolik Kementerian Agama Kabupaten Asahan yang terus membangun komunikasi dengan Dinas Pendidikan.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan pengurus gereja akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi sekolah, khususnya terkait layanan Pendidikan Agama Katolik.

“Sinergi yang baik akan menghasilkan solusi yang tepat. Tujuan kita sama, yakni memastikan seluruh peserta didik mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan agama yang berkualitas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pendidikan yang inklusif.

Seluruh peserta didik, termasuk siswa beragama Katolik, harus memperoleh pelayanan pendidikan secara proporsional sesuai hak konstitusional mereka.

Melalui pendidikan agama yang berkualitas, pemerintah berharap siswa tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Asahan yang dikenal memiliki keberagaman masyarakat.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dalam penyusunan program kerja ke depan.

BACA JUGA  Dinas Pendidikan dan ABTI Asahan Bersinergi, Siap Cetak Atlet Bola Tangan Berprestasi

Dinas Pendidikan bersama Kementerian Agama akan terus melakukan komunikasi dan evaluasi terhadap kebutuhan sekolah agar berbagai kendala yang muncul dapat segera ditangani secara efektif.

Pemerintah Kabupaten Asahan berharap sinergi yang telah terjalin mampu meningkatkan mutu Pendidikan Agama Katolik di seluruh sekolah, baik dari aspek tenaga pendidik, ketersediaan bahan ajar, maupun fasilitas pembelajaran.

Dengan demikian, peserta didik dapat memperoleh layanan pendidikan agama yang berkualitas sebagai bagian dari pembentukan karakter, moral, dan integritas generasi muda.

Melalui langkah tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.

Kolaborasi lintas sektor diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan sistem pendidikan yang mampu mencetak generasi berkarakter, berprestasi, serta menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan. (MA/09)