Kadisdik Asahan Dorong Koperasi Pendidikan Profesional

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, mendorong penguatan tata kelola koperasi pendidikan yang profesional, transparan, dan akuntabel dalam Workshop Pendidikan Dasar Perkoperasian KPRI Mekar Angkatan XVII di Kisaran Barat, Jumat (10/7/2026). (Foto: Istimewa)

ASAHAN, SUDUTPANDANG.ID — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola koperasi pendidikan yang profesional, transparan, dan akuntabel sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Workshop Pendidikan Dasar Perkoperasian KPRI Mekar Angkatan XVII yang digelar di Aula UPTD SD Negeri 013857 Mekar Baru, Kecamatan Kisaran Barat, Jumat (10/7/2026).

Workshop tersebut diikuti anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Mekar yang terdiri dari guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anggota mengenai prinsip dasar perkoperasian, tata kelola organisasi, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola koperasi secara profesional.

Dalam arahannya, Musa Al Bakri menekankan bahwa koperasi di lingkungan pendidikan memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi bagi tenaga pendidik.

Menurutnya, keberadaan koperasi yang sehat dan dikelola secara profesional akan memberikan manfaat nyata bagi para guru sehingga mampu mendukung peningkatan kesejahteraan anggotanya.

“Koperasi di lingkungan pendidikan bukan sekadar pelengkap organisasi. Koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung kesejahteraan guru melalui pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan profesional,” ujar Musa Al Bakri.

Ia menjelaskan bahwa tata kelola koperasi yang baik harus didasarkan pada prinsip keterbukaan, akuntabilitas, partisipasi anggota, dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab.

BACA JUGA  Sebagai Mitra Pemkab, Bupati Sambut Audiensi PWI Kabupaten Asahan

Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, koperasi diyakini mampu berkembang menjadi lembaga ekonomi yang mandiri sekaligus memberikan pelayanan optimal kepada seluruh anggotanya.

Musa juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan koperasi sebagai cerminan integritas para tenaga pendidik.

Menurutnya, guru tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas mengajar di sekolah, tetapi juga perlu menerapkan nilai-nilai profesionalisme dalam setiap organisasi yang menjadi bagian dari aktivitas mereka, termasuk koperasi.

“Profesionalisme dalam mengelola koperasi merupakan bagian dari integritas seorang pendidik. Ketika koperasi dikelola dengan baik, manfaatnya akan kembali kepada para anggota,” katanya.

Ia mengajak seluruh anggota KPRI Mekar untuk terus meningkatkan pengetahuan mengenai sistem pengelolaan koperasi agar organisasi mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk perkembangan teknologi dan perubahan pola ekonomi masyarakat.

Melalui workshop tersebut, para peserta diharapkan memahami pentingnya manajemen organisasi, penyusunan laporan keuangan yang akurat, tata kelola administrasi yang tertib, hingga pengambilan keputusan yang mengedepankan kepentingan seluruh anggota.

Menurut Musa, koperasi yang memiliki manajemen kuat akan mampu memberikan berbagai layanan yang lebih baik kepada anggotanya, mulai dari layanan simpan pinjam, penyediaan kebutuhan pokok, hingga berbagai program pemberdayaan ekonomi lainnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru melalui koperasi akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan.

BACA JUGA  Dinas Pendidikan Asahan Tinjau SMP Yapendak Air Batu

Guru yang memiliki kondisi ekonomi lebih baik, menurutnya, akan lebih fokus menjalankan tugas utama sebagai pendidik sehingga proses pembelajaran di sekolah dapat berlangsung secara optimal.

“Koperasi yang sehat secara manajerial akan memberikan ketenangan bagi para guru karena kebutuhan ekonominya dapat terbantu. Pada akhirnya, guru bisa lebih fokus menjalankan tugas utama, yaitu mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Selain memperkuat tata kelola organisasi, Musa juga mendorong KPRI Mekar untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan usaha.

Ia menilai koperasi perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas pelayanan, serta diversifikasi unit usaha agar tetap relevan dengan kebutuhan anggota.

Menurutnya, koperasi yang mampu bertransformasi akan memiliki daya saing lebih tinggi dan mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Musa memberikan dukungan penuh kepada KPRI Mekar agar terus meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.

Ia berharap workshop dasar perkoperasian tersebut menjadi langkah awal dalam membangun koperasi yang semakin kuat, modern, dan mampu menjadi contoh bagi koperasi pendidikan lainnya di Kabupaten Asahan.

Selain meningkatkan kompetensi anggota, kegiatan ini juga diharapkan mempererat solidaritas dan semangat kebersamaan di kalangan guru sebagai pemilik sekaligus pengguna layanan koperasi.

BACA JUGA  Bupati Asahan Kembali Tinjau Pelaksanaan ANBK

“Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh anggota,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pendidikan berkomitmen mendukung pengembangan koperasi pendidikan sebagai salah satu instrumen peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembinaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong penerapan tata kelola koperasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalisme dan akuntabilitas.

Dengan semangat kolaborasi dan penguatan kapasitas organisasi, Musa optimistis KPRI Mekar dapat berkembang menjadi koperasi pendidikan yang sehat, mandiri, inovatif, serta memiliki daya saing tinggi.

Ia berharap keberhasilan KPRI Mekar nantinya dapat menjadi model bagi koperasi pendidikan lainnya di Kabupaten Asahan dalam membangun organisasi yang profesional sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan guru dan kualitas pendidikan di daerah. (MA/09)