FAI Perkuat Komitmen Dukung Pendidikan Anak Yatim dan Dhuafa

FAI Berkomitmen Dukung Pendidikan Anak Yatim dan Dhuafa, Cetak Generasi Mandiri
Penasihat FAI Ichsanuddin Noorsy (tengah) dan Aat Surya Safaat (kanan) serta Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Didin Syahrudin Sukeni (kiri) usai diskusi internal di Jakarta baru-baru ini (Foto: Dok. FAI)

“Para akademisi FAI menginspirasi masyarakat supaya memberi perhatian bagi kelanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhu’afa di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja.”

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Wartawan senior Aat Surya Safaat menyatakan rasa syukur atas semakin banyaknya alumnus penerima beasiswa Forum Akademisi Indonesia (FAI) yang kini mandiri dan berkiprah di dunia kerja. Penasihat FAI itu berpandangan, keberhasilan mereka diharapkan mampu memotivasi anak-anak kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pria kelahiran Pandeglang Banten yang pernah menjabat Kepala Biro Kantor Berita Antara di New York ini menyampaikan hal tersebut dalam diskusi internal pengurus FAI yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-11 organisasi tersebut.

“Jelang usia ke-11, FAI disebut tetap berkomitmen membantu keberlanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhuafa agar kelak dapat berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Aat Surya Safaat dalam keterangan tertulis, Ahad (22/3/2026).

BACA JUGA  50 Ribu Perantau Asal Kebumen Tumpah Ruah Hadiri Silaturahmi di Jakarta

Menurut Aat, para akademisi yang tergabung dalam FAI terus mendorong masyarakat untuk memberi perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhuafa, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

“Para akademisi FAI menginspirasi masyarakat supaya memberi perhatian bagi kelanjutan pendidikan anak-anak yatim piatu dan dhu’afa di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja,” kata Aat yang saat ini mendapat amanah sebagai Direktur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri FAI, Didin Syahrudin Sukeni, mengatakan FAI tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga akan terus memberi perhatian pada isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan publik berbasis kajian akademis.

“FAI perlu terus fokus membahas dan mencari solusi atas persoalan besar yang menjadi perhatian publik, seperti korupsi, narkoba, dan pengangguran,” ujarnya.

Didin menekankan pentingnya pendidikan dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks.

BACA JUGA  Anggota Kodim 1208/Sambas Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Sayur dan Peternakan Sapi

Berbagi Ramadan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal FAI Eni Heni Hermaliani mengungkapkan bahwa menjelang akhir Ramadan, FAI menyelenggarakan program “Berbagi Ramadan” bersama anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Jakarta sebagai wujud kepedulian para akademisi.

Selama ini, lanjut, FAI juga memberikan beasiswa pendidikan secara selektif kepada anak-anak yatim piatu dan dhuafa guna menjaga semangat belajar mereka agar kelak dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Sekjen FAI berharap program beasiswa tersebut dapat terus berjalan dengan dukungan pemangku kepentingan di bidang pendidikan, dunia usaha, serta para donatur.

Ia menjelaskan, segmentasi penerima beasiswa FAI itu sendiri adalah jenjang pendidikan tingkat SD, SMP, SMU, dan Pesantren. Sementara untuk mahasiswa, persyaratan yang ditetapkan adalah memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,0.

“FAI juga akan terus membantu para pelajar dan mahasiswa yang beragama Islam supaya mereka bisa dan mahir membaca Kitab Suci Al-Quran,” katanya.

BACA JUGA  Sapma Pemuda Pancasila Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Bekasi

Sebagai informasi, FAI merupakan wadah yang bertujuan menyinergikan potensi para akademisi sekaligus mewujudkan visi mencerdaskan kehidupan bangsa menuju Indonesia berprestasi. Forum ini dideklarasikan di Jakarta pada 23 Mei 2015.

Selain Aat, jajaran penasihat FAI antara lain ekonom senior Ichsanuddin Noorsy, pakar keuangan syariah Intan Syah Ichsan, serta aktivis Islam yang pernah menjadi penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua.(PR/01)