Fenomena Lumba-lumba Putih Muncul di Asahan, Warga Geger dan KSDA Turun Tangan

Avatar photo
Fenomena Lumba-lumba Putih Muncul di Asahan, Warga Geger dan KSDA Turun Tangan
Penampakan hewan diduga lumba-lumba putih di Sungai Asahan, Sumut.(Foto: Dok.Tangkapan layar)

ASAHAN-SUMUT, SUDUTPANDANG.ID – Warga Desa Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), dihebohkan dengan kemunculan lumba-lumba putih yang berenang di aliran Sungai Asahan.

Fenomena langka kemunculan lumba-lumba albino terekam dalam video berdurasi 2 menit 53 detik yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut, lumba-lumba itu terlihat beberapa kali muncul ke permukaan dan mengikuti kapal milik perekam.

Yazir, warga yang merekam video itu, mengatakan peristiwa terjadi pada Jumat (9/1/2026) saat dirinya dan beberapa anggota keluarga berkumpul di pinggir sungai.

“Keluarnya pagi. Karena kami beraktivitas di pinggir sungai. Kemudian, kami melihat ada ikan itu, unik, jadi kami videokan,” ujar Yazir, Senin (12/1/2026).

BACA JUGA  Bupati Asahan dan BULOG Dorong Swasembada Pangan

Menurut Yazir, kemunculan lumba-lumba itu hanya berlangsung satu hari dan diduga hewan tersebut tersesat ke sungai Asahan.

Warga setempat, Wan Faisal, menambahkan bahwa peristiwa ini jarang terjadi dan tergolong langka.

“Jarang-jarang kejadian seperti ini. Kemarin pas melintas di Desa Sei Paham, warga langsung merekamnya. Biasanya lumba-lumba ada di laut lepas, bukan di sungai,” ujarnya.

KSDA Tanjung Balai

Menanggapi fenomena ini, Polhut Ahli Pertama UPT Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Tanjung Balai, Farid Ali Harahap, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait.

“Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi sejak Jumat, 9 Januari 2026. Petugas Resor Tanjung Balai dan Kepala Seksi KSDA Wilayah III Kisaran telah berkoordinasi dengan Kepala Bidang Dinas Pertanian Asahan, Bapak Tommy. Pada Minggu (11/1/2026), ia melakukan penelusuran, namun hewan yang diduga lumba-lumba albino tersebut tidak lagi muncul,” ungkap Farid, Selasa (13/1/2026).

BACA JUGA  Dzikir-Shalawat Digelar di Kisaran Timur Pada Malam Pergantian Tahun

Farid menambahkan, berdasarkan pemantauan melalui peta digital dan koordinasi dengan pihak terkait, hingga saat ini lumba-lumba albino belum muncul kembali.

Secara geografis, lokasi kemunculan lumba-lumba berada sekitar 11 kilometer dari muara Bagan Asahan menuju Selat Malaka.

Fenomena langka ini menarik perhatian warga dan pecinta alam, sekaligus mengingatkan pentingnya pemantauan terhadap satwa yang jarang muncul di perairan daratan dan hilir sungai. Pihak KSDA terus memantau kemungkinan kemunculan kembali hewan tersebut.(MA/01)