JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Peristiwa perusakan terjadi di Gedung Merah-Putih Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Demak pada Sabtu (8/11/2025). Insiden tersebut mengundang perhatian publik lantaran terjadi bertepatan dengan maraknya pemberitaan mengenai operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada hari yang sama.
Ketua PGSI Demak, Noor Salim, menyampaikan kronologi kejadian tersebut kepada awak media pada Minggu (9/11/2025).
Salim mengaku menemukan kondisi gedung yang sudah dalam keadaan berantakan sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, ia datang ke kantor PGSI setelah selesai berziarah ke Makam Sunan Kalijaga dan kompleks Kesultanan Demak bersama sejumlah pekerja proyek Masjid Noor Al Jabbar asal Boyolali.
“Ketika sampai di gedung Merah-Putih, saya kaget melihat teras dan halaman sudah porak-poranda. Saya langsung menghubungi satpam Bawaslu yang kantornya berada satu kompleks untuk memastikan apakah sebelumnya ada kegiatan di halaman PGSI,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan terkait dugaan teror yang kebetulan terjadi pada hari yang sama dengan gencarnya OTT KPK, Salim tidak menutup kemungkinan adanya keterkaitan. Sebagai aktivis KAHMI yang pernah melaporkan dugaan gratifikasi ke KPK, ia menyebut semua kemungkinan tetap terbuka.
Namun, ia juga menilai bahwa pola kerusakan yang tidak konsisten bisa saja dilakukan oleh OTK atau seseorang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ).
“Kerusakan terlihat tidak beraturan. Bisa saja dilakukan orang tak dikenal atau orang yang tidak waras. Semua kemungkinan ada,” jelasnya.
Satpam Bawaslu, Andy, memberikan keterangan tambahan mengenai kondisi lingkungan sekitar kantor PGSI pada hari kejadian. Ia memastikan tidak ada keramaian atau aktivitas mencurigakan sejak Sabtu pagi.
“Saya berjaga sejak pagi dan tidak melihat ada kegiatan apa pun di halaman PGSI,” ujarnya.
Andy juga menambahkan bahwa beberapa mobil pemadam kebakaran memang terparkir di halaman PGSI sejak pekan sebelumnya. Menurutnya, pelaku kerusakan kemungkinan adalah orang yang tidak sehat secara mental.
“Melihat kondisi kerusakan, saya menduga pelakunya mungkin orang tak waras,” tambahnya.
Beberapa fasilitas PGSI Demak dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya Dua pot bunga besar di area teras pecah, Taman edukasi di halaman rusak, Puluhan bendera PGSI berserakan, Beberapa tiang atau patok bendera patah.
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai pelaku maupun motif perusakan. PGSI Kabupaten Demak mendorong agar pihak keamanan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab dan siapa pelaku di balik kejadian tersebut.(PR/04)









