Generasi Muda Mathla’ul Anwar Soroti Demokrasi Hijau dan Ketahanan Pangan

Generasi Muda Mathla'ul Anwar Soroti Demokrasi Hijau dan Ketahanan Pangan
Ketum DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar, Ahmad Nawawi memberikan sambutan pada dialog kebangsaan yang digelar di Kota Tangerang Banten, Minggu, 30 November 2025. (Foto: Dok. DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar)

TANGERANG, SUDUTPANDANG.ID – DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam membangun demokrasi hijau dan memperkuat ketahanan pangan melalui sebuah dialog kebangsaan yang digelar di Cipondoh, Kota Tangerang, pada Minggu (30/11/2025) lalu.

Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi, dalam keterangan pers Rabu (3/12), menyampaikan syukur atas kelancaran dialog tersebut. Dalam sambutan pembukaannya, ia menegaskan bahwa generasi muda memegang tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian alam serta berkontribusi terhadap program ketahanan pangan pemerintah.

Nawawi juga mengapresiasi dukungan konkret Polri terhadap program ketahanan pangan nasional, antara lain melalui penanaman dan panen jagung serta pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah.

Dialog kebangsaan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono. Ia menilai, gagasan demokrasi hijau perlu terus disuarakan, dan Generasi Muda Mathla’ul Anwar telah menjadi salah satu pihak yang konsisten menyuarakannya.

BACA JUGA  Bertenaga Alternatif, Becak Kayuh Diluncurkan di Yogyakarta

Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar turut menyampaikan terima kasih kepada H. Oke Setiadi, M.Sc., Ketua Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri PB Mathla’ul Anwar, yang hadir memberikan sambutan. Dalam keterangannya, Oke Setiadi mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan dialog tersebut, terutama karena tema yang diangkat relevan dengan kondisi bangsa, termasuk meningkatnya bencana lingkungan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan pemerintah dan Polri, keluarga besar Mathla’ul Anwar se-Banten dan Jabodetabek, perwakilan OKP nasional dan daerah, perwakilan kampus di Kota Tangerang, serta tamu undangan lainnya.

Dialog dengan tema “Penguatan Peran Generasi Muda Membangun Demokrasi Hijau dan Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045” ini menghadirkan Keynote Speaker Kabaintelkam Polri yang diwakili Kasubdit Pembangunan SDM Baintelkam Mabes Polri, Kombes Pol Tony Budhi Susetyo. “Secara lembaga, Polri mendorong generasi muda untuk menjaga kelestarian alam. Dukungan nyata Polri dalam mewujudkan ketahanan pangan juga sejalan dengan program Asta Cita pemerintah,” ujar Tony.

BACA JUGA  Atta Halilintar Klarifikasi Tudingan Eks Sopirnya

Sesi diskusi publik menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Dr Destika Cahyana dari Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN; Asisten Deputi Kemenpora, Dr Hendro Wicaksono; Kasubdit Dirintelkam Polda Metro Jaya, AKBP Danu Wiyata; Presiden Emil Salim Institut, Dr (Cand) Endang Kurniawan; serta M. Ichlassul Amal dari Institut Hijau Indonesia.

Menurut Hendro, pemuda adalah pelaku perubahan yang harus hadir di seluruh lini untuk mewujudkan demokrasi hijau dan mendukung ketahanan pangan nasional. “Kunci perubahan adalah sinergi pentahelix, dan pemuda harus terlibat dalam seluruh komponennya,” ujarnya.

Sementara itu, Dr Destika Cahyana menilai Generasi Muda Mathla’ul Anwar telah lama menjalin sinergi dengan Polri dalam mendukung ketahanan nasional. Ia menilai, sudah saatnya sinergi tersebut diperluas pada aspek pendukung seperti ketahanan pangan dan ketahanan tanah.

BACA JUGA  Pj Kasdim Kodim 0820/Probolinggo Pimpin Upacara Bendera Rutin

AKBP Danu Wiyata menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, agen pembangunan, serta agen pembaruan dan modernisasi. Dengan peran tersebut, pemuda menjadi salah satu penentu kemajuan bangsa di masa depan.(PR/01)