Bekasi, Sudutpandang.id – Pagi itu, suasana di sekitar rute menuju lokasi acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi terasa berbeda. Bukan deru mesin mobil dinas atau iring-iringan kendaraan pejabat yang terdengar, melainkan suara kayuhan sepeda yang ritmis.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memilih memulai harinya dengan cara yang unik pada Jumat (17/4/2026). Ia mengayuh sepedanya langsung dari rumah menuju lokasi acara, menembus sejuknya pagi hari Jumat. Aksi “gowes” ini bukan sekadar olahraga pagi biasa, melainkan pernyataan sikap nyata sang nomor satu di Kota Bekasi.
Tri Adhianto secara konsisten mendukung kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap hari Jumat, sekaligus mengampanyekan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Dengan bersepeda, ia ingin memberikan contoh langsung bahwa mobilitas ramah lingkungan bisa menjadi gaya hidup, bahkan bagi seorang kepala daerah.
“Saya ingin menunjukkan bahwa kita bisa tetap produktif dan hadir di tengah masyarakat tanpa harus membebani bumi dengan asap kendaraan. Ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk udara Bekasi yang lebih bersih,” ujar Tri Adhianto sesampainya di lokasi, masih dengan napas yang teratur usai bersepeda.
Momen penyerahan SK pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi kepala sekolah SD dan SMP negeri pun menjadi semakin bermakna. Di hadapan para guru yang baru saja menerima amanah baru tersebut, Tri menyampaikan pesan mendalam tentang kepemimpinan.
Baginya, jabatan kepala sekolah bukan sekadar titel, melainkan tanggung jawab besar untuk membentuk masa depan. “Anak-anak kita adalah investasi terbesar Bekasi. Kepala sekolah adalah nahkoda yang menentukan arah kapal pendidikan ini. Saya berharap Bapak/Ibu sekalian tidak hanya menjadi administrator, tetapi menjadi inspirator yang membawa perubahan positif di setiap sudut sekolah,” tegasnya dengan nada penuh semangat.
Para penerima SK tampak antusias. Mereka menilai langkah Wali Kota yang bersepeda tersebut sebagai sinyal positif bahwa pemimpin mereka benar-benar peduli pada isu lingkungan dan kesehatan, sekaligus dekat dengan rakyatnya tanpa sekat kemewahan.
Kegiatan berlangsung khidmat namun cair. Di akhir sambutannya, Tri kembali mengingatkan pentingnya integritas. “Jadilah kepala sekolah yang jujur, tangguh, dan selalu hadir untuk guru serta murid. Mari kita jadikan sekolah tempat yang paling nyaman dan menyenangkan untuk belajar.”
Dengan ditutupnya acara ini, harapan baru tumbuh bagi dunia pendidikan Kota Bekasi. Kombinasi antara kepemimpinan yang merakyat, kepedulian lingkungan, dan visi pendidikan yang kuat diharapkan mampu mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sadar akan pentingnya menjaga bumi. (Egi)


