Gustavo Almeida Apresiasi Kolaborasi Persija-PJ

Persija
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di GOR Soemantri Brodjonegoro, Plaza Festival, Kamis (12/2/2026). (Foto : Persija).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pemain Persija Jakarta, Gustavo Almeida, menilai kolaborasi antara Persija Jakarta dan Pelita Jaya (PJ) sebagai langkah positif bagi perkembangan olahraga di Ibu Kota.

Menurut penyerang asal Brasil tersebut, sinergi dua klub besar dari cabang olahraga berbeda menunjukkan potensi kuat dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih solid di Jakarta.

Gustavo menyebut momen kolaborasi ini datang pada waktu yang tepat bagi kedua belah pihak. Persija sebagai klub sepak bola dengan basis suporter besar dan Pelita Jaya sebagai salah satu kekuatan utama bola basket nasional dinilai memiliki kesamaan identitas sebagai representasi Jakarta di level tertinggi.

“Ini waktu yang bagus untuk keduanya. PJ adalah tim basket Jakarta dan Persija juga tim sepak bola Jakarta. Jadi kolaborasi ini menurut saya sangat positif,” ujar Gustavo, Kamis (12/2/2026).

Ia menilai kolaborasi tersebut tidak hanya berdampak pada branding klub, tetapi juga mampu memperluas jangkauan penggemar lintas cabang olahraga.

Gustavo menyebut keterlibatan pemain Persija yang hadir menonton pertandingan Pelita Jaya sebagai bentuk dukungan nyata yang dapat memperkuat rasa kebersamaan antar-klub.

Menurut Gustavo, basket bukanlah olahraga yang asing bagi masyarakat Brasil. Ia mengatakan banyak warga Brasil yang mengikuti perkembangan bola basket dunia, terutama kompetisi NBA.

BACA JUGA  Persija Percayakan Sudirman Sebagai Pelatih Pengganti

Karena itu, ia melihat peluang besar bagi basket Indonesia untuk berkembang jika mendapat dukungan dan eksposur yang konsisten.

“Di Brasil, orang-orang sangat suka basket. Mereka mengikuti NBA. Sekarang kita bisa melihat dan mendukung basket di sini. Itu hal yang baik,” kata Gustavo.

Gustavo berharap kolaborasi Persija dan Pelita Jaya tidak berhenti pada simbolis semata, tetapi juga membawa dampak prestasi.

Ia secara terbuka menyampaikan harapannya agar Pelita Jaya mampu meraih gelar juara dan menjadikan kerja sama ini sebagai contoh kolaborasi lintas cabang olahraga yang sukses.

“Semoga PJ bisa menjadi juara. Ini kolaborasi yang bagus dan saya berharap hasilnya juga bagus,” ujarnya.

Meski dikenal sebagai pesepak bola, Gustavo mengaku tidak memiliki kemampuan bermain basket. Namun, hal tersebut tidak mengurangi ketertarikannya untuk mengikuti dan mendukung olahraga tersebut. Ia menyebut perannya lebih sebagai penyemangat bagi para pemain Pelita Jaya.

“Itu kenapa saya menjadi pemain bola. Saya tidak bisa main basket. Saya hanya bisa memberikan energi dan dukungan. Saya berharap pada akhirnya mereka bisa menjadi pemenang,” ucapnya.

BACA JUGA  Alessio Ungkap Alasan Konate Absen Lawan PSIS

Gustavo juga mengungkapkan bahwa dirinya tetap mengikuti perkembangan basket meski belum sepenuhnya memahami seluruh aturan permainan.

Menurutnya, ketertarikan terhadap sebuah olahraga tidak selalu harus dimulai dari pemahaman teknis yang mendalam.

“Saya mengikuti basket. Saya tidak terlalu mengerti semua peraturannya seperti sepak bola, tapi saya suka menonton. Kalau ada waktu luang, saya ingin datang dan memberikan dukungan langsung,” katanya.

Saat ditanya mengenai klub basket favorit, Gustavo mengaku tidak memiliki satu tim tertentu yang secara khusus ia dukung. Ia menyebut lebih menikmati mengikuti pemain-pemain besar yang tampil di level tertinggi, khususnya di NBA.

“Sejujurnya saya tidak punya klub favorit. Saya suka mengikuti klub mana pun yang punya pemain besar. Saya suka menonton pemain-pemain hebat,” ujarnya.

Beberapa nama legenda basket dunia pun disebut Gustavo sebagai sosok yang memberinya inspirasi saat menonton basket.

Ia mengaku tumbuh dengan menyaksikan permainan Michael Jordan dan Kobe Bryant, dua ikon NBA yang menurutnya memiliki pengaruh besar terhadap popularitas basket secara global.

BACA JUGA  Laga "Denmark Open" 2023, Timnas Bulu Tangkis Tancap Gas Berlatih

“Saya suka mengikuti Michael Jordan, lalu Kobe Bryant. Banyak pemain yang saya suka tonton. Mereka tidak bermain lagi sekarang, tapi mereka memberi pengaruh besar,” kata Gustavo.

Pernyataan Gustavo Almeida ini menegaskan bahwa kolaborasi Persija Jakarta dan Pelita Jaya tidak hanya dilihat dari sisi institusional, tetapi juga mendapat respons positif dari para pemain.

Dukungan lintas cabang olahraga dinilai mampu memperkuat citra Jakarta sebagai kota dengan ekosistem olahraga yang inklusif dan saling terhubung.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap berbagai cabang olahraga, sekaligus memperluas basis penggemar klub-klub profesional di Jakarta.

Dengan keterlibatan figur publik seperti Gustavo Almeida, sinergi Persija dan Pelita Jaya berpotensi menjadi model kolaborasi olahraga yang berkelanjutan di Indonesia.(AGF/09).