Jennifer Coppen Klarifikasi Soal Dugaan Penipuan Brand Emas

Jennifer Coppen
Jennifer Coppen (Foto: Net)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Artis Jennifer Coppen akhirnya memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan penipuan yang menyeret sebuah brand emas dan perhiasan yang pernah dipromosikannya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, istri pesepakbola Justin Hubner itu menjelaskan posisi serta keterlibatannya dalam kerja sama profesional dengan perusahaan tersebut.

Jennifer menyampaikan klarifikasi untuk mencegah kesalahpahaman dan menghindari munculnya opini yang berpotensi merugikan nama baiknya di tengah ramainya pemberitaan mengenai dugaan perkara tersebut.

“Saya merasa perlu menyampaikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun penggiringan opini yang dapat merugikan nama baik saya,” tulis Jennifer dalam akun pribadinya.

Dalam penjelasannya, Jennifer Coppen mengungkapkan bahwa dirinya mulai menjalin kerja sama sebagai brand ambassador pada Kamis, 8 Januari 2026. Kerja sama tersebut didasarkan pada kontrak yang telah disepakati bersama.

Ia menjelaskan, tanggung jawabnya terbatas pada aktivitas promosi, pembuatan konten, serta menghadiri acara sesuai ketentuan dalam perjanjian kerja sama.

“Peran saya adalah sebagai promosi brand, bukan sebagai pihak yang menjalankan atau mengelola kegiatan usaha perusahaan tersebut,” tulisnya.

Jennifer juga menegaskan tidak terlibat dalam manajemen maupun operasional perusahaan. Menurutnya, urusan pengelolaan dana, transaksi pelanggan, proses penjualan, hingga pengambilan keputusan bisnis bukan bagian dari tanggung jawabnya.

BACA JUGA  Roro Fitria Bantah Lakukan KDRT dan Bongkar Fantasi Seks Suami

“Saya juga tidak memiliki kewenangan untuk mengatur bagaimana perusahaan menjalankan kegiatan usahanya ataupun bagaimana transaksi antara perusahaan dan pelanggannya diproses,” kata Jennifer.

Ia turut menjelaskan bahwa dirinya tidak menerima komisi berdasarkan setiap penjualan produk kepada pelanggan. Jennifer menyebut seluruh tugasnya dijalankan sesuai lingkup kerja sama profesional yang tertuang dalam kontrak.

Karena itu, ia berharap masyarakat dapat membedakan peran seseorang dalam kegiatan promosi dengan tanggung jawab pihak yang mengelola dan menjalankan bisnis.

Jennifer Coppen juga menjelaskan alasan berakhirnya kerja sama dengan brand emas dan perhiasan tersebut. Padahal, berdasarkan kesepakatan awal, kontrak kerja sama mereka direncanakan berlangsung hingga 2027.

Namun, setelah kerja sama berjalan selama beberapa bulan, Jennifer mengaku menerima keluhan dari sejumlah pelanggan terkait pelayanan dan pemenuhan pesanan.

“Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi saya terhadap keberlangsungan kerja sama,” ungkapnya.

Atas pertimbangan tersebut, Jennifer dan pihak brand akhirnya sepakat mengakhiri kerja sama pada Jumat, 19 Juni 2026. Dengan demikian, hubungan profesional itu berakhir lebih awal dibandingkan masa kontrak yang semula direncanakan.

BACA JUGA  Aaliyah Massaid Tepis Kabar Berantem dengan Fuji

Klarifikasi tersebut disampaikan Jennifer di tengah munculnya pemberitaan yang mengaitkan namanya dengan dugaan penipuan yang melibatkan perusahaan tersebut.

Jennifer memahami bahwa publik dapat mempertanyakan keterlibatannya karena ia pernah menjadi wajah promosi brand tersebut. Meski begitu, ia meminta agar persoalan ini dilihat secara proporsional.

“Saya berharap masyarakat dapat melihat persoalan ini secara proporsional dan tidak menyamakan keterlibatan dalam kegiatan promosi dengan keterlibatan dalam pengelolaan atau dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh suatu pihak,” tulisnya.

Jennifer menegaskan tidak ingin mendahului proses hukum, memberikan penilaian terhadap pihak tertentu, ataupun menyimpulkan hal-hal yang belum diputuskan oleh pihak berwenang.

“Saya menyerahkan penanganan dugaan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum sesuai dengan kewenangannya,” tulis dia.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Jennifer menyerahkan penanganan dugaan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia juga berharap informasi mengenai perannya dalam kerja sama promosi tidak disalahartikan sebagai bukti keterlibatan dalam pengelolaan perusahaan.

Pada bagian akhir klarifikasinya, Jennifer Coppen menyinggung pentingnya mengedepankan adab dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Menurutnya, pihak yang memiliki pertanyaan atau keberatan terkait keterlibatannya sebaiknya memberikan kesempatan untuk menjelaskan fakta secara langsung.

BACA JUGA  Siap Menikah, Jennifer Coppen Akui Persiapan Sudah 80 Persen

“Menurut saya, apabila terdapat pertanyaan, keberatan, atau informasi yang perlu diklarifikasi mengenai keterlibatan saya, alangkah eloknya apabila saya terlebih dahulu dihubungi dan diberikan kesempatan untuk duduk bersama serta menjelaskan fakta yang sebenarnya sebelum nama saya dikaitkan atau dicatut dalam berbagai narasi publik,” tulisnya.

Melalui klarifikasi tersebut, Jennifer berharap masyarakat dapat memahami batas tanggung jawabnya sebagai brand ambassador. Ia juga menegaskan bahwa dugaan perkara yang melibatkan perusahaan tersebut sebaiknya ditangani melalui proses hukum, tanpa menarik kesimpulan sebelum ada keputusan dari pihak berwenang.(04)