Ketua Komite Wasit Yoshimi Ogawa: PSSI Kembali Datangkan Wasit Asing

Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa mengatakan akan kembali mendatangkan sejumlah wasit asing untuk memimpin pertandingan putaran kedua BRI Super League 2025/2026. (Foto: AGF / SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa mengatakan akan kembali mendatangkan sejumlah wasit asing untuk memimpin pertandingan putaran kedua BRI Super League 2025/2026.

Kebijakan tersebut dilakukan setelah pada putaran pertama musim ini beberapa wasit asing telah lebih dulu ditugaskan untuk memimpin laga-laga penting di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional.

Menurut Ogawa, kehadiran wasit asing bukan semata untuk menggantikan peran wasit lokal, melainkan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan kredibilitas kompetisi.

Ia menegaskan, PSSI tetap membuka ruang bagi wasit nasional untuk memimpin pertandingan, namun juga menilai perlu adanya keseimbangan dengan menghadirkan pengadil lapangan berkualitas dari luar negeri.

Pada putaran pertama BRI Super League 2025/2026, sejumlah wasit asing tercatat telah memimpin pertandingan.

Mereka antara lain Muhammad Taqi asal Singapura, Nadjafaliev Asker dari Uzbekistan, Muhammad Nazmi asal Malaysia, serta Ko Hyung-jin dari Korea Selatan.

Kehadiran para wasit tersebut diharapkan dapat memberikan standar kepemimpinan pertandingan yang konsisten dan profesional.

“Sebenarnya bukan hanya soal wasit asing, namun kami perlu mengundang wasit-wasit berkualitas dari luar negeri,” ujar Ogawa saat ditemui di GBK Arena, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, PSSI juga harus memahami keterbatasan ketersediaan wasit elite Asia yang saat ini banyak bertugas di kompetisi internasional.

BACA JUGA  MotoGP Portugal: Jorge Martin Juara, Marquez Terjatuh Lagi

Ogawa menjelaskan, sejumlah wasit papan atas Asia tengah disibukkan dengan agenda AFC Champions League Elite (ACLE) maupun ACL 2.

Kondisi tersebut membuat opsi menghadirkan wasit asing harus disesuaikan dengan jadwal dan ketersediaan mereka. Meski demikian, Komite Wasit PSSI tetap berupaya mendatangkan pengadil lapangan yang dinilai memiliki kualitas mumpuni.

Di sisi lain, Ogawa menegaskan bahwa Komite Wasit PSSI juga memiliki kepercayaan terhadap kemampuan wasit lokal.

Oleh karena itu, penunjukan wasit Indonesia untuk memimpin pertandingan tetap menjadi prioritas utama selama dinilai memenuhi standar yang ditetapkan.

“Pada prinsipnya, sekarang kami memiliki kepercayaan kepada beberapa wasit lokal. Itulah mengapa sebisa mungkin kami semestinya menunjuk wasit lokal untuk memimpin pertandingan-pertandingan,” lanjut Ogawa.

Ia menilai pengembangan kualitas wasit nasional tetap menjadi agenda penting PSSI dalam jangka panjang.

Selain itu, Ogawa juga menyinggung keberadaan Yamamoto Yudai yang saat ini berstatus sebagai wasit asing penuh waktu di Indonesia.

Ia menyebut Yamamoto sebagai salah satu sosok yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kepemimpinan pertandingan di Super League.

“Sekarang juga ada Yamamoto Yudai yang menjadi wasit asing penuh waktu. Itulah mengapa kami juga percaya ia dapat memberikan keputusan berkualitas di atas lapangan. Tapi ya, kami tetap mengundang wasit asing yang benar-benar merupakan wasit berkualitas,” tutur Ogawa.

BACA JUGA  IBL Legends, Ary Manusia Basket Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Ogawa tidak menampik masih adanya kesalahan pengambilan keputusan oleh wasit, baik di ajang Super League maupun Championship.

Ia mengakui bahwa dinamika pertandingan sepak bola kerap menghadirkan situasi sulit yang menuntut keputusan cepat dari wasit.

Salah satu insiden yang menjadi sorotan terjadi pada pertandingan Championship antara Garudayaksa melawan Bekasi City, 10 Januari lalu.

Pada laga tersebut, pemain Garudayaksa Febi Eka melakukan tendangan sudut dari posisi yang dinilai tidak tepat, sehingga memicu kritik terhadap kinerja perangkat pertandingan.

Meski demikian, Ogawa menegaskan bahwa Komite Wasit PSSI tidak memiliki kewenangan untuk memberikan hukuman kepada wasit yang melakukan kesalahan. Menurutnya, tugas utama Komite Wasit adalah mengatur penunjukan, pengkategorian, serta lisensi wasit.

“Tanggung jawab kami adalah mengatur penunjukan, mengatur pengkategorian wasit, mengatur lisensi wasit di bawah Komite Wasit. Namun kami tidak memiliki hak untuk menghukum wasit,” tegas Ogawa.

Ia menjelaskan bahwa sanksi terhadap wasit berada di bawah kewenangan Komite Disiplin PSSI.

BACA JUGA  FIFA dan AFC Akan Bantu PSSI Dari Segi Keamanan

Ogawa menambahkan, jika ditemukan kesalahan besar dalam kepemimpinan pertandingan, langkah yang dapat diambil Komite Wasit adalah menghentikan sementara penunjukan wasit yang bersangkutan.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari evaluasi internal, bukan bentuk hukuman.

“Jika kami menyadari adanya kesalahan besar, berarti kami perlu menghentikan penunjukan wasit itu,” ujarnya. Namun demikian, Ogawa menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak selalu diumumkan ke publik.

Menurut Ogawa, Komite Wasit memiliki hak untuk mengistirahatkan seorang wasit, tetapi tidak berkewajiban mempublikasikan sanksi atau evaluasi yang diberikan.

Ia menilai publikasi berlebihan justru dapat berdampak negatif terhadap keberlangsungan profesi wasit di Indonesia.

“Pada prinsipnya kami tidak perlu publikasi. Jika kami selalu memublikasikannya, maka tidak seorang pun mau menjadi wasit,” pungkas Ogawa. (09/AGF).