JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kisah For You Infinity Couture (FYI Couture) dimulai dari sebuah mimpi: menghadirkan kain tradisional Indonesia se-Nusantara dalam wujud ready-couture modern, demikian taklimat media yang diterima di Jakarta, Ahad (28/12/2025).
DNA dari brand ini melekat dengan masterpiece couture pieces dari seorang desainer muda berbakat Indonesia, Fiona Yao yang konsisten melahirkan kombinasi apik high fashion antara batik tradisional dengan bahan lace.
Kombinasi ini — kata Head Designer dari FYI, Fiona Yao — kerap muncul dalam kreasinya membuat kebaya modern, evening gown dan busana red carpet. Berawal dari situlah FYI Couture mengadaptasi koleksi di tiap season-nya untuk dapat dinikmati sebagai pakaian sehari – hari.
Cilla Henriette, yang awalnya adalah customer Fiona Yao semenjak 2023 dan juga seorang pecinta wastra Nusantara, memiliki misi dan mimpi untuk membawa jiwa atau soul dari desain Fiona Yao ke dalam daily couture.
“Karena harga dari karya – karya desainer itu mahal dan juga pemakaiannya terbatas di occasion tertentu saja, tidak banyak orang yang melihatnya di keseharian. FYI memiliki goals untuk menerjemahkan standar couture tersebut dan juga karakter dari Fiona Yao ke dalam everyday couture,” katanya.
FYI hadir untuk menaikkan level kain – kain tradisional Nusantara dari berbagai wilayah di Indonesia dengan cara modern. FYI, yang memiliki kepanjangan For Your Infinity, juga menganut sebuah nilai dimana wanita dapat mengeksplor berbagai identitas atau role di dalam hidup, serta berhak memiliki limitless point of view.
“Kita sebagai wanita memiliki banyak identity, or we call it multiple identities. We are mothers, workers, business owners and hobby lovers,” tambahnya.
FYI sendiri terbentuk di tahun 2025 ditandai dengan diluncurkannya Couture Canvas Collection, dengan memperkenalkan kain tenun Sumba dan Shibori. Shibori adalah teknik pewarnaan kain dengan cara dicelup yang mampu melahirkan kombinasi warna yang cantik.
Kain ini pun diproduksi terbatas oleh artisan asal Jawa Tengah. Koleksi pertama FYI juga hadir dengan warna putih dan beige yang dinamai White Couture Canvas. FYI sendiri menjunjung tinggi esensi dari Couture terminologi dimana tidak ada hasil jadi yang sama persis, semua koleksi memiliki keunikannya sendiri. Tidak ada produksi massal, hanya produksi terbatas buatan tangan.
Slow fashion selalu menjadi jantung dari FYI Couture. Dengan keseluruhan koleksi yang diciptakan satu – satunya, terbatas dan tidak serupa satu sama lain mejadikan FYI layaknya barang koleksi. Pelanggan setia pun kembali tidak hanya karena mencintai siluetnya tapi juga karena tiap helai yang dibeli dapat dimodifikasi sesuai dengan ukuran dan selera masing – masing pelanggan. Mengecilkan, memendekkan, mengganti ukuran lingkar pinggang atau bahkan membuat desain baru yang lebih pas dengan karakter dan kebutuhan pelanggan pun bisa dilakukan.
“Tidak ada satu pun pakaian yang sama persis. Model bisa sama, tapi material pasti berbeda. Kami menggunakan kain tradisional Indonesia yang didapatkan dari seluruh pulau, termasuk ada juga koleksi pribadi kami yang tak ternilai harganya dan sudah berusia lebih dari lima puluh tahun. So, we offer something similar for the design you deire, but never identical.”kata Fiona Yao.
Lahir di Bali, FYI terinspirasi dari keindahan pulau dewata dan juga seni dalam kain tradisional Bali, salah satunya kain Bali yang umumnya digunakan sebagai alas duduk ketika ke pantai atau kain penutup (wrapper) ketika menggunakan pakaian renang.
FYI melihat adanya potensi kain Bali yang masih bisa dimaksimalkan sebagai pakaian jadi. Berawal dari ide inilah, koleksi Island Couture lahir, dengan mengangkat dua style yakni Animal Spirit dengan sentuhan kain modern animal print, dan Forbidden Fruit yang lebih vibrant khas kain Bali. Koleksi ini diluncurkan bersamaan dengan pembukaan butik FYI di Jalan Tanah Barak Nomor 15 Canggu, Bali pada Juli lalu.
Animo yang luar biasa dari pecinta fashion dan penggemar sentuhan kain nusantara pun menarik untuk dijabarkan. Perempuan dari berbagai latar belakang, usia dan dari berbagai negara datang menjadi satu untuk merayakan pembukaan butik yang disertai dengan beragam kegiatan. Mereka menikmati kegiatan styling koleksi dari FYI, bisa mengetahui personal color masing – masing dengan sesi personal color analysis dan tentunya bersosialisasi satu sama lain.
“Kami ingin terhubung dengan perempuan. Perempuan dengan karakter dan identitas ganda mereka yang ingin menunjukkan kepercayaan diri, meningkatkan penampilan, dan dengan bangga mengenakan kain tradisional Indonesia dalam busana berkualitas tinggi,” kata Brand Director dan juga Brand Ambassador dari FYI, Anastasia Praitha.
Lebih dari hanya sekedar brand fashion, FYI juga memiliki komitmen yang tinggi dalam pemberdayaan perempuan dan edukasi. Menyadari bagaimana potensi perempuan Indonesia yang masih dipandang sebelah mata dan terbungkam, FYI juga menghadikan FYI Master Class. Inisiatif ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberdayakan wanita. Tidaknya hanya dari penampilan lluar, namun juga dalam pola pikir dan kepercayaan diri.
Salah satu kontribusi yang membanggakan FYI adalah dalam melakukan pelatihan intensif bagi perwakilan Indonesia di ajang Miss Scuba International 2025 yang berlangsung di Sabah, Malaysia.
Melalui coaching intensif dalam personal branding, identity shaping, pageant preparation class, walking and posing class, FYI mampu membekali Bening Fajriani, Miss Scuba Indonesia 2025 membawa harum nama Indonesia dengan meraih TOP 10 Miss Scuba International 2025 dan juga titel Miss Photogenic 2025.
Komitmen ini mendorong FYI untuk menyelenggarakan kegiatan tiap bulannya yang melibatkan banyak wanita untuk dapat belajar, bertumbuh dan bersosialisasi satu sama lain.
“Kami mengadakan women’s class untuk mengajar perempuan – perempuan untuk bisa berjalan, pose dan move confidently. Setelah satu jam intensive training, partisipan bisa mencoba rancangan terbaru kami dari koleksi Festive Couture. Kami bantu untuk styling based on their character, mereka jalan di red carpet dan bisa bawa pulang hasil live sketch dari illustrator kami.” tambah Anastasia.
Desember ini, FYI meluncurkan koleksi terbaru lewat Festive Couture Collection bersamaan dengan hadirnya website www.fyicouture.com yang memudahkan berbelanja secara global dimana saja, kapan saja. Koleksi ini memenuhi kebutuhan seluruh festive occasion yang hadir secara bergantian di beberapa waktu mendatang, dimulai dari natal, tahun baru, Chinese’s New Year, Valentine’s day, Ramadhan hingga Paskah.
FYI Couture menutup perjalanan di tahun pertamanya dengan berbagai kegiatan positif dan respon luar biasa.
Di tahun 2026 ini, FYI juga disibukkan dengan rencana memindahkan butik ke tempat yang lebih besar dan nantinya akan menghadirkan beragam pengalaman baru spesial bagi para pelanggan. Selain hadir juga koleksi Move on 2026 dengan hot item “unipants” yang dapat dikenakan baik wanita maupun pria.
“Ini merupakan awal yang luar biasa, dan FYI Couture baru saja memulai perjalanannya,” kata Fiona Yao. (PR/02)


