JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Komisi XI DPR-RI menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang digelar secara terbuka di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Penetapan Thomas Djiwandono tersebut dilakukan melalui rapat internal Komisi XI DPR yang melibatkan seluruh unsur pimpinan dan delapan kelompok fraksi di parlemen.
Ketua Komisi XI DPR, M. Misbakhun, menyatakan, keputusan diambil secara kolektif setelah mempertimbangkan kapasitas, pengalaman, serta visi kebijakan moneter para kandidat.
“Komisi XI DPR mengadakan rapat internal yang diawali rapat pimpinan bersama delapan poksi yang hadir. Dalam rapat tersebut telah disepakati bahwa Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung adalah Thomas Djiwandono,” ujar Misbakhun.
Dalam proses seleksi tersebut, Thomas bersaing dengan dua kandidat internal BI, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro. Ketiganya memaparkan pandangan terkait stabilitas moneter, kebijakan makroprudensial, serta tantangan ekonomi global.
Salah satu perhatian utama dalam uji kelayakan adalah komitmen terhadap independensi BI. Dalam forum tersebut, Thomas menyampaikan klarifikasi terkait latar belakang politiknya.
Ia menegaskan tidak lagi menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra, bahkan telah mengakhiri keanggotaannya di partai tersebut.
“Saya klarifikasi paling dini mengenai pertanyaan apakah saya masih menjabat sebagai Bendahara Umum Gerindra. Jawabannya tidak. Sejak Maret 2025 saya sudah meminta izin dan mengundurkan diri,” kata Thomas saat menjalani uji kelayakan di DPR, Senin (26/1/2026).
Thomas menjelaskan, keputusan mundur dari jabatan partai yang telah ia emban selama belasan tahun itu dilandasi pertimbangan regenerasi serta komitmen menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas negara, khususnya di sektor keuangan dan moneter.
Tak hanya melepas jabatan struktural, Thomas juga menyatakan tidak lagi menjadi anggota Partai Gerindra seiring dengan pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga kredibilitas dan independensi otoritas moneter.
Profil Thomas Djiwandono
Secara latar belakang, Thomas Djiwandono dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang ekonomi dan keuangan. Ia lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972 dan merupakan putra mantan Gubernur BI Soedradjad Djiwandono. Dari garis keluarga, Thomas juga merupakan cicit R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia.
Pendidikan Thomas ditempuh di Haverford College, Pennsylvania, dengan gelar sarjana sejarah. Ia kemudian melanjutkan studi magister di bidang hubungan internasional dan ekonomi internasional di Johns Hopkins University, serta School of Advanced International Studies (SAIS), Washington DC.
Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan pada 1993, sebelum beralih ke sektor keuangan sebagai analis di Hong Kong. Ia juga pernah menjabat Deputy CEO di perusahaan agribisnis Arsari Group. Pada 18 Juli 2024, Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan dan tetap melanjutkan tugas tersebut hingga masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.(01)









