Konser Amal Internasional ‘100 CTFP’ Pertama di Indonesia Siap Digelar, Catat Tanggalnya

Founder Maria Monique Last Wish Foundation, Natalia Tjahja (kiri), Michael Perricone (tengah) dan Jahna Perricone (kanan) di saat rekaman lagu " The Return of The Ring" di Los Angeles.(Foto: Dok.MMLF)
Foto: Kolase Maria Monique Last Wish Foundation

“Konser ini bersifat non-komersial, dan tiket hanya diberikan kepada donatur dermawan dan individu inspiratif. Sebanyak 100 – 200 kursi khusus disiapkan untuk kaum difabel, anak yatim, serta penderita penyakit kronis.”

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) akan menggelar konser amal internasional bertajuk “100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP)” untuk pertama kalinya di Indonesia.

Siaran pers MMLF, Minggu (2/11/2025) menyebutkan, acara ini menjadi kegiatan amal ke-18 dari MMLWF yang sebelumnya telah mendapat perhatian luas dari media internasional. Konser direncanakan berlangsung pada 31 Januari 2026 di Ballroom Five Star Sari Pacific Hotel Jakarta, yang dipinjamkan secara gratis oleh General Manager Vincent Yap.

Persiapan konser dilakukan bersama Mayor Jenderal Wandee Tosuwan, Sekretaris Jenderal ASEAN Para Sports Federation, dan Dwiki Dharmawan, maestro musik Indonesia yang juga mendukung penuh kegiatan MMLWF.

Sebelumnya, Wandee hadir dalam peluncuran 100 CTFP yang dihadiri Duta Besar Suryopratomo, Dr. Teo Koh Sock Miang (Presiden NPC Singapore), Leslie Lee (Sekjen NPC Singapore), Kelly Fan (Direktur Eksekutif SDSC), dan Ferrari Owners Club Singapore. Peluncuran ini menampilkan tiga pesan khusus dari Andrew Parsons, Presiden International Paralympic Committee.

BACA JUGA  Bismillah, Tim Bedah MER-C Bertolak ke Turki Jalankan Tugas Kemanusiaan

Kolaborasi antara founder MMLF Natalia Tjahja dan Dwiki Dharmawan sudah berlangsung sejak 2011, mencakup berbagai karya musik internasional.

Beberapa di antaranya adalah ‘My Brave Hero’ untuk anak-anak di Haiti, ‘Return of the Ring’ untuk Pangeran William dan Kate Middleton, S for E sebagai lagu tema ASEAN Para Games Solo, serta Anthem Asian Paralympic Committee untuk 45 negara di Asia.

Konser ini juga menampilkan penyanyi internasional dari Hollywood, yaitu Jahna dan Michael, yang memastikan tampil tanpa bayaran. Jahna, penyanyi dengan suara mirip Gloria Estefan dan peraih Golden Buzzer di America’s Got Talent, merupakan bagian dari Vortex Immersion Media, perusahaan yang dikenal sebagai executive producer Beyoncé.

Ia juga dijadwalkan tampil di Berlin International Film Festival 2026 untuk film terbarunya, Lear Rex. Sementara itu, Michael, produser dan filmmaker Hollywood, akan mengiringi Jahna bernyanyi. Michael pernah terlibat dalam sejumlah film besar seperti The Matrix, Tulsa King, The Angriest Man in Brooklyn, serta Lear Rex bersama Sylvester Stallone dan Al Pacino. Ia juga memproduksi film dokumenter Rooted in Peace yang dibintangi Deepak Chopra, Mike Love, dan Ted Turner.

BACA JUGA  Jelang Konser di SUGBK Chris Martin Nyeker Menikmati Jakarta

Terkesan

Founder Maria Monique Last Wish Foundation, Natalia Tjahja (kiri), Michael Perricone (tengah) dan Jahna Perricone (kanan) di saat rekaman lagu " The Return of The Ring" di Los Angeles.(Foto: Dok.MMLF)
Founder Maria Monique Last Wish Foundation, Natalia Tjahja (kiri), Michael Perricone (tengah) dan Jahna Perricone (kanan) di saat rekaman lagu ” The Return of The Ring” di Los Angeles.(Foto: Dok.MMLF)

Natalia Tjahja mengaku terkesan dengan semangat para artis yang berpartisipasi, meski rumah mereka pernah terbakar habis.

“Saya speechless dengan mereka. Rumah mereka terbakar habis hingga puing-puing, tetapi semangat mereka untuk berpartisipasi dalam konser amal ini luar biasa,” ujarnya.

Selain Jahna dan Michael, konser juga menampilkan penyanyi muda asal Taiwan yang berparas mirip Xing Fei, bintang film Miss Crow with Mr Lizard. Natalia menegaskan masih banyak penyanyi internasional lainnya yang akan diumumkan menjelang hari konser.

Konser ini bersifat non-komersial, dan tiket hanya diberikan kepada donatur dermawan dan individu inspiratif. Sebanyak 100 – 200 kursi khusus disiapkan untuk kaum difabel, anak yatim, serta penderita penyakit kronis.

“Mereka yang kami utamakan menjadi tamu istimewa konser ini,” kata Natalia, wanita bersahaja yang aktif dalam kegiatan sosial itu

Dukungan juga datang dari pelukis asal Jepang, Maki, yang pernah memamerkan karyanya di Le Salon bersama maestro dunia seperti Renoir, Monet, Delacroix, dan Cézanne. Maki menyumbangkan dua lukisan untuk konser ini.

BACA JUGA  Wow, CEO Serayu Group Ungkap Rahasia Menanam Pohon Tercepat

Sistem suara dan pencahayaan juga disediakan secara gratis oleh Lotus Productions melalui Sylvia Hendarto, yang bersama Maki akan diabadikan sebagai donatur utama pada Maria Monique Happy Room-107, ruang bermain bagi anak-anak difabel dan pasien kronis.

Dalam waktu dekat, Natalia dijadwalkan bertemu penyanyi remaja keturunan Raja Rama IV di Thailand, yang dijuluki “angel voice”, untuk membahas partisipasinya dalam konser 100 CTFP.

“Semoga semua dilancarkan, mohon dukungannya dan doanya,” tutur Natalia.(PR/01)