JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Korlantas Polri mengantisipasi puncak arus balik libur Lebaran gelombang kedua yang diperkirakan akan terjadi pada hari ini, Sabtu (28/3/2026). Hal ini didasarkan pada pantauan volume kendaraan yang menuju Jakarta yang masih terbilang stabil hingga Jumat (27/3/2026) malam.
Meskipun arus lalu lintas pada hari sebelumnya cenderung terkendali, Korlantas Polri menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan kendaraan yang diprediksi terjadi pada Sabtu pagi.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa berdasarkan data traffic counting, situasi arus lalu lintas dari Jawa Tengah dan Jawa Barat menuju Jakarta hingga saat ini masih dalam kategori terkendali.
Namun, dengan melihat tren yang ada, ia memperkirakan bahwa puncak arus balik akan berlangsung pada Sabtu (28/3).
“Arus lalu lintas malam ini tidak terlalu tinggi, namun kami memprediksi bahwa besok akan ada peningkatan yang signifikan,” ujar Agus kepada wartawan di KM 48 Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (28/3) dini hari.
Meski situasi saat ini mulai landai, pihak kepolisian tetap menjaga kesiapsiagaan dan menyiapkan langkah-langkah rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan.
Agus menjelaskan bahwa skema one way tahap pertama dan kedua di beberapa titik masih diberlakukan untuk mengantisipasi adanya lonjakan volume kendaraan.
“Kami belum mencabut one way tahap pertama dan kedua. Kami terus memantau situasi, dan jika ada lonjakan yang signifikan pada pagi hari, kami akan memperpanjang skema one way,” terang Agus.
Lebih lanjut, Korlantas Polri juga tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk memperpanjang rekayasa lalu lintas menjadi one way nasional atau masuk ke tahap ketiga, bergantung pada data jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta.
“Kami akan memutuskan apakah perlu melanjutkan one way nasional, atau menggeser ke one way tahap ketiga, tergantung pada situasi besok pagi,” tambahnya.
Dalam perkembangan lain, arus balik Lebaran 2026 mulai menekan ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali), di mana lonjakan kendaraan menuju Jakarta tercatat mencapai sekitar 2.800 unit per jam.
Kepadatan semakin terasa di beberapa titik, terutama dengan adanya kendaraan yang berhenti di bahu jalan dan antrean panjang menuju rest area.
Faktor-faktor ini berkontribusi pada kemacetan, yang membuat pihak kepolisian terus berkoordinasi dan menyesuaikan skema rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus balik.
Dengan persiapan yang matang dan sistem rekayasa lalu lintas yang diterapkan, Kakorlantas Polri berharap arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar dan aman, meskipun tantangan lalu lintas yang cukup besar dihadapi menjelang puncaknya.(red)










