Lapangan Kerja Sempit, Bermitra Dengan YBM BRILian, 26 Alumni SMK Wikrama Dikirim Bekerja ke Turki

SMK Wikrama Turki
Pembina Yayasan Wikrama Indonesia, yang menaungi SMK Wikrama di sejumah daerah di Indonesia , Ir Itasia Dina Sulvianti, M.Si di Bogor, Jawa Barat (enam dari kiri), Direktur Eksekutif YBM BRILian, Iqbal Dwi Noviawan (lima dari kiri) bersama pihak terkait, alumni SMK Wikrama, bergambar bersama usai acara Pemberangkatan Peserta Program Vokasi Kerja di Luar Negeri di Kota Bogor, Jabar, Kamis (26/2/2026). FOTO: HO-Humas IDS

BOGOR-JABAR, SUDUTPANDANG.ID – Sebanyak 26 alumni SMK Wikrama, dari Bogor dan Garut, Jawa Barat serta dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan diberangkatkan untuk bekerja ke Turki, di tengah kondisi lapangan kerja yang sempit di Indonesia atas kerja sama lembaga konsultan pendidikan IDS Rumah Pendidikan Indonesia, Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILian serta PT Simpang Asia Global (SAG) dan PT Surya Kencana Wisata.

“Kondisi lapangan pekerjaan di Indonesia sangat sempit. Jika ini tidak disikapi secara cerdas, angkatan kerja di Indonesia akan mengalami banyak kesulitan. Kami sudah memikirkan langkah ini sedini mungkin, ketika sekolah lain belum memikirkan ke sana,” kata Pembina Yayasan Wikrama Indonesia, yang menaungi SMK Wikrama di sejumah daerah di Indonesia , Ir Itasia Dina Sulvianti, M.Si di Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/2/2026).

Pelepasan sebanyak 25 alumni SMK Wikrama dari tiga daerah tersebut dilakukan di Balai Krida SMK Wikrama Bogor pada Kamis (6/2), yang juga diikuti orang tua para peserta.

Hadir dalam kegiatan itu, Direktur Eksekutif YBM BRILian, Iqbal Dwi Noviawan, Direktur PT SAG, Eggy Yanyan Surya Wiguna, A.Md, Kepala SMK Wikrama Bogor, Iin Mulyani, S.Si, Kepala SMK Wikrama 1 Garut , Kunedi, S.Si, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri SMK Wikrama Bogor, Muslih, S.Kom
dan pimpinan SMK Wikrama Banjarmasin — yang hadir secara daring — Direktur CV IDS Rumah Pendidikan Indonesia, Mutia Prawitasari, S.E, Ketua Yayasan Prawitama, Sutera Pramitaratri, S.TP dan lainnya.

BACA JUGA  Perdana, Kejagung Gelar Pelatihan Antisipasi Serangan Jantung

Dalam kesempatan itu, Itasia Dina Sulvianti menegaskan bahwa meski dalam dua gelombang pengiriman alumni SMK Wikrama bekerja di mancanegara — gelombang pertama dilakukan pada Maret-April 2025 — yang dikirimkan adalah alumni SMK Wikrama, namun program ini bisa diikuti oleh sekolah-sekolah lain.

“Tetapi dengan keunggulan dari program vokasi di SMK Wikrama ini kami mendapatkan bantuan biaya dari YBM BRILian,” kata dosen statistik di Institut Pertanian Bogor (IPB) University itu.

Ia menambahkan di balik keberangkatan ini banyak pihak yang terkait, yang mendukung kesuksesan para alumni yang akhirnya bisa bekerja di Turki.

“Melaui program ini, kami ingin melakukan sesuatu untuk bangsa Indonesia yang kita cintai. Keberangkatan kalian ke Turki bukan semata-mata hanya bekerja saja, kita punya misi yaitu kita tunjukkan bahwa kalian bagian generasi muda yang berakhlak mulia. Di mana pun kalian berada, konsep akhlak mulia harus kalian tegakkan,” katanya memberikan pesan kepada 25 alumni yang diterima bekerja di Turki itu.

Wikrama Turki 26
Direktur Eksekutif YBM BRILian, Iqbal Dwi Noviawan (kiri) saat memberikan bantuan kepada perwakilan alumni SMK Wikrama bersama orang tuanya pada acara Pemberangkatan Peserta Program Vokasi Kerja di Luar Negeri di Kota Bogor, Jabar, Kamis (26/2/2026). FOTO: HO-Humas IDS

Terpanggil Terlibat

Sementara itu Direktur Eksekutif YBM BRILian, Iqbal Dwi Noviawan, merujuk pada pendiri negara yang memiliki empat tujuan, yakni melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan melaksanakan ketertiban dunia.

YBM BRILian adalah merupakan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) di bawan Bank BRI.

“Dua di antara itu kami ambil sebagai misi YBM BRILian, yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

BACA JUGA  Banyak Perusahaan Belum Daftarkan Pekerja ke BPJSTK, Kemenaker Turunkan Pengawas

“Jadi siapa saja yang punya niatan untuk membuat masyarakat Indonesia sejahtera dan membuat lebih cerdas dari sebelumnya, maka kami menjadi bagian yang otomatis ada di dalamnya. Kami selalu terpanggil dan terlibat pada persoalan-persoalan seperti ini,” katanya.

“Karena itulah, yang membuat Bu Ita ( Itasia Dina Sulvianti), tidak perlu surat atau proposal (dalam program ini dan menggandeng YBM BRILian). Sejak menciptakan gagasannya, itu sudah menjadi misi kami,” tambahnya.

Ia menambahkan beberapa waktu lalu dirinya ke Kabupaten Indramayu dan berdiskusi dengan LSM yang menemani TKI Indonesia di Taiwan tapi konsentrasi mereka ini pada TKI di Asia Tenggara. Thailand, Malaysia, Filiphina, Indonesia.

Dari dialog itu dirinya mendapatkan banyak temuan bahwa niat awal TKI pergi ke luar negeri berbeda dengan kenyataan yang ditemui. Kemudian, saat ulang ke Tanah Air jauh lebih berbeda lagi.

“Kita dengar banyak keluarga TKI kalau sudah berkeluarga kemudian terpisah. Terpisah sementara karena bekerja tapi akhirnya malah terpisah selamanya karena persoalan-persoalan itu. Dan kami sedang diminta untuk terlibat menyelesaikan masalah-masalah itu supaya jangan sampai ketika pulang situasinya lebih buruk dari ketika berangkat,” kata Iqbal Dwi Noviawan.

Direktur PT SAG, Eggy Yanyan Surya Wiguna saat memotivasi para alumni SM Wikrama itu mengaku bangga menjadi “pahlawan devisa” karena bekerja di luar negeri, yakni tatkala lulus saya menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

BACA JUGA  Pemerintah Siap Salurkan Dana BOSP 2024 Sebesar Rp57,54 Triliun

“Saya bekerja di restoran, cuci piring, hingga menjadi chef internasional,” katanya dan menambahkan belasan tahun bekerja di mancanegara, meski banyak rintangan dan cobaan ia tetap bisa menjaga akhlakul karimah dalam pergaulan sehingga terhindar dari hal-hal negatif.

“Alhamdulillah di SMK Wikrama ini menerapkan akhlakul karimah. Kalau tidak didasari dengan itu, banyak pahlawan devisa yang gugur karena pergaulan/gaya hidup di sana,” katanya.

Sedangkan Wakil Kepala Sekolah SMK Wikrama Bogor, Muslih — sebagai penanggung jawab Gugus Tugas pemberangkatan alumni SMK Wikrama ke Turki — juga mengingatkan agar alumni yang segera bekerja ke Turki itu menjaga nilai-nilai baik dalam 5 karakter Wikrama, yakni jujur, bersih, hemat, ikhlas memberi, dan berjamaah.

“Ingat terus motto Wikrama, yakni ilmu yang amaliah, amal yang Ilmiah, akhlakul karimah,” katanya dan menambahkan agar mereka juga menjaga komunikasi dan komitmen, termasuk memperbarui informasi dengan mengikuti media sosial SMK Wikrama seperti Linkedin. (Red/02)