PANDEGLANG, SUDUTPANDANG.ID – Melimpahnya tanaman pandan di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, telah lama dimanfaatkan warga setempat untuk dijadikan bahan baku berbagai produk kerajinan, mulai tikar, kotak tisu hingga kopiah.
Prosesnya pengolahan ternyata tak sederhana. Diawali pengambilan daun pandan dari batangnya yang harus dilakukan dengan kehati-hatian, karena daunnya memiliki duri yang cukup tajam. Dipotong sepanjang satu meter, dan menyasatnya untuk melepas duri dari daun. Kemudian direbus selama satu jam dan ditiriskan serta dijemur hingga kering agar kuat dan elastis saat proses pengayaman.
Setelah kering daun pandan dianyam menjadi berbagai produk dan siap untuk dipasarkan. Hal menarik semua menggunakan alat-alat tradisional yang diyakini hasilnya akan menjadi lebih indah sesuai tradisi turun temurun. Walaupun kini berbagai inovasi terus dilakukan.
Untuk harga jual sendiri para pengrajin mematok harga mulai Rp12 ribu hingga Rp17 ribu tergantung tingkat kesulitan produksinya. Saat ini kerajinan pandan asal Desa Bandung sudah dipasarkan ke berbagai daerah hingga ke Sumatera dan Kalimantan. Bahkan pasar internasional seperti Timor Leste, Malaysia dan Singapura pun kini mulai melirik produk tradisional tersebut.
Video Antara: Rangga Putra/Rizky Dhermawan/Nusantara/Mulkan)








