Opini  

Mengenal Standar Kompetensi Kepolisian di Dunia

Mengenal Standar Kompetensi Kepolisian di Dunia
Dr. Ir. Dede Farhan Aulawi, M.M., C.H.T.(Foto:Dok.SP)

“Standar umum kompetensi kepolisian di dunia dapat menjadi salah satu rujukan penting dalam pemenuhan standar kompetensi kepolisian di Indonesia demi terwujudnya polisi yang profesional.”

Oleh Dede Farhan Aulawi

Standar kompetensi adalah kriteria kemampuan minimal (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) yang harus dikuasai seseorang untuk dapat menyelesaikan suatu tugas, dinyatakan lulus, atau memenuhi persyaratan tertentu dalam suatu bidang. Standar ini bisa berupa Standar Kompetensi Lulusan di bidang pendidikan, Standar Kompetensi Kerja (seperti SKKNI) di dunia kerja, atau Standar Kompetensi Jabatan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Adapun standar kompetensi kepolisian di dunia bervariasi, tergantung pada negara dan sistem hukum yang berlaku. Namun, terdapat sejumlah standar umum internasional yang menjadi acuan utama untuk memastikan profesionalisme, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam tugas kepolisian.

Standar kompetensi kepolisian secara umum di dunia, yang didasarkan pada praktik terbaik internasional dan pedoman dari organisasi global seperti PBB, Interpol, dan Amnesty International, adalah sebagai berikut:

BACA JUGA  Kemal H Simanjuntak: Indonesia dan Ilusi Masyarakat Terdidik

1. Kompetensi Etika dan Hak Asasi Manusia

  • Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip HAM dalam pelaksanaan tugas.
  • Tidak melakukan penyiksaan, perlakuan tidak manusiawi, atau diskriminasi.
  • Mengutamakan prinsip legalitas, proporsionalitas, dan akuntabilitas dalam penggunaan kekuatan.

2. Pengetahuan Hukum

  • Menguasai hukum nasional dan internasional yang relevan, termasuk hukum pidana dan perdata, prosedur pidana, dan hukum HAM internasional.
  • Mengetahui batasan dan kewenangan secara hukum dalam pelaksanaan tugas.

3. Keterampilan Operasional dan Taktis

Memiliki kemampuan dalam:

  • Penanganan situasi darurat.
  • Penggunaan senjata api secara aman dan sesuai aturan.
  • Penangkapan dan penahanan secara legal.
  • Manajemen kerumunan (crowd control).
  • Investigasi dan pengumpulan barang bukti.

4. Keterampilan Komunikasi dan Negosiasi

  • Mampu berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat.
  • Memiliki kemampuan mediasi dan negosiasi konflik.
  • Bersikap sopan dan profesional dalam interaksi publik.

5. Integritas dan Profesionalisme

  • Bebas dari korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
  • Menjaga netralitas politik dan sosial.
  • Taat pada kode etik profesi kepolisian.
BACA JUGA  Cerpen Kurnianto Purnama : Gadis Chongqing "Xiao Juen"

6. Kemampuan Kepemimpinan dan Kerja Tim

  • Mampu bekerja sama dalam tim maupun lintas sektor (dengan instansi lain).
  • Memiliki jiwa kepemimpinan dalam pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan.

7. Keterampilan Teknologi dan Intelijen

  • Mampu menggunakan teknologi informasi dalam tugas (CCTV, basis data kriminal, forensik digital).
  • Mengerti prinsip-prinsip dasar intelijen dan pengumpulan data untuk pencegahan kejahatan.

8. Kemampuan Multikultural dan Gender Sensitivity

  • Menghormati keberagaman budaya, agama, suku, dan gender.
  • Tidak melakukan diskriminasi berdasarkan latar belakang apa pun.

Beberapa dokumen penting yang menjadi acuan standar kompetensi kepolisian di dunia:

United Nations Code of Conduct for Law Enforcement Officials (1979)

– Basic Principles on the Use of Force and Firearms by Law Enforcement Officials (PBB, 1990)

– Interpol Policing Standards

– Amnesty International Guidelines for Police Training

– European Code of Police Ethics (Council of Europe)

Itulah standar umum kompetensi kepolisian di dunia yang bisa menjadi salah satu rujukan dalam pemenuhan standar kompetensi kepolisian di Indonesia untuk mewujudkan polisi yang profesional.

BACA JUGA  Bulan Ramadhan Kini Akan Berlalu, Lalu?

*Penulis Dr. Ir. Dede Farhan Aulawi, M.M, CHT., adalah Praktisi SDM di sebuah BUMN dan akademisi di bidang pemberdayaan manusia dengan pengalaman lebih dari 18 tahun.


Disclaimer: Tulisan ini adalah opini pribadi penulis dan tidak mewakili institusi mana pun