JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menutup secara resmi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI Tahun 2025 di GOR Soemantri Brodjonegoro, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).
Dua ajang olahraga pelajar terbesar ini berlangsung lebih dari sepekan dengan menghadirkan ribuan atlet muda dari 38 provinsi.
Dalam sambutannya, Erick menegaskan bahwa POPNAS dan PEPARPENAS bukan semata ajang kompetisi, melainkan ruang strategis untuk membangun karakter, sportivitas, dan budaya prestasi di kalangan pelajar Indonesia.
Ia mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan 2025.
“Kami dari Kemenpora mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemda DKI, Pak Gubernur Pram, dan seluruh jajarannya. Event ini berjalan sangat baik, bukan hanya karena fasilitasnya lengkap, tetapi karena pesan yang dihadirkan: bahwa perjuangan menuju juara sama berharganya dengan kemenangan itu sendiri,” ujar Erick Thohir.
Erick menekankan bahwa penyelenggaraan POPNAS–PEPARPENAS menunjukkan betapa pentingnya pembangunan ekosistem olahraga sejak usia dini.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan fondasi pembinaan atlet jangka panjang yang terstruktur, profesional, dan merata di seluruh daerah.
“Pembangunan olahraga tidak bisa instan. Kita harus menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan, dimulai dari pelajar, dan event seperti POPNAS serta PEPARPENAS adalah pilar penting untuk itu,” jelas Erick.
Menpora juga menyoroti kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menghadirkan transportasi umum gratis selama penyelenggaraan dua event nasional tersebut.
Menurut Erick, langkah tersebut tidak hanya mendukung mobilitas atlet dan official, tetapi juga memberikan dampak langsung pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
“Pak Pram menyampaikan bahwa melalui olahraga, beliau juga mendorong sektor pariwisata. Transportasi gratis disiapkan agar peserta dan masyarakat bisa menikmati Jakarta. Ini memberi dampak ekonomi luar biasa dan menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi pendorong sport tourism,” ujar Erick.
Ia menilai fasilitas Jakarta sebagai tuan rumah telah memenuhi standar yang diperlukan untuk event nasional skala besar.
Kesiapan venue, layanan transportasi, hingga keterlibatan relawan mendapat apresiasi dari Kemenpora.
Erick menegaskan komitmen Kemenpora untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada penyelenggaraan event olahraga pelajar mendatang.
Menurutnya, Jakarta memiliki kapasitas, infrastruktur, dan pengalaman yang kuat untuk terus menjadi pusat kegiatan pembinaan atlet usia dini.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang turut hadir dalam upacara penutupan, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat kepada Jakarta sebagai tuan rumah. Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah seluruh kegiatan berjalan lancar. Kami memberikan kenang-kenangan berupa kartu yang dapat digunakan untuk mengakses transportasi umum. Beberapa cabang olahraga yang sebelumnya belum pernah dipertandingkan juga dapat terlaksana dengan baik,” ujar Pramono.
Pramono turut mengapresiasi capaian kontingen Jakarta yang meraih peringkat pertama di PEPARPENAS dan peringkat ketiga di POPNAS 2025.
Ia menegaskan bahwa Jakarta siap kembali menjadi tuan rumah event-event nasional lainnya.
Gubernur Pramono juga menyinggung perlunya perbaikan sistem pemberian bonus atlet di tingkat nasional agar lebih adil dan proporsional.
Menurutnya, pembagian insentif tidak boleh terpusat hanya di satu provinsi.
“Saya sudah berdiskusi dengan Pak Erick. Ke depan, sistem pemberian bonus sebaiknya diatur lebih rapi dan transparan dengan perhitungan yang jelas,” tuturnya.
POPNAS dan PEPARPENAS 2025 menjadi panggung pembuktian bagi atlet muda Indonesia untuk menunjukkan potensi dan membangun rekam jejak kompetitif sejak usia pelajar.
Kemenpora menilai event ini merupakan bagian penting dalam pemetaan bakat nasional, terutama untuk cabang-cabang olahraga yang masih membutuhkan regenerasi.
Erick menegaskan bahwa Kemenpora sedang menyiapkan desain besar pembinaan atlet pelajar agar lebih terintegrasi dengan ekosistem olahraga daerah dan nasional.
Ia memastikan pemerintah pusat akan memperkuat peran sekolah, klub, dan daerah dalam pengembangan atlet.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap talenta muda di Indonesia punya akses yang sama untuk berkembang. POPNAS dan PEPARPENAS adalah salah satu instrumen pemerataan itu,” tegas Erick.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, Erick Thohir memastikan bahwa pemerintah pusat akan mengawal berlanjutnya kompetisi olahraga pelajar sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.
“Kemenpora akan terus mendukung dan memperluas event-event seperti ini agar pembinaan atlet pelajar semakin kuat dan terarah,” tutupnya.









