MPI Gelar Coaching Level 2, Target Atlet Tembus Olimpiade

Instruktur UIPM Jasper Liu bersama peserta CCP Level 2. (foto: MPI).
Instruktur UIPM Jasper Liu bersama peserta CCP Level 2. (foto: MPI).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) terus memperkuat fondasi pembinaan olahraga nasional dengan menggelar Coaching Course Program (CCP) Level 2 internasional yang disertifikasi oleh Union Internationale de Pentathlon Moderne (UIPM).

Kegiatan ini berlangsung pada 14–18 April 2026 di Yogyakarta dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mencetak pelatih berkualitas guna melahirkan atlet modern pentathlon yang mampu bersaing di tingkat dunia, termasuk Olimpiade.

Program pelatihan ini digelar di bawah kepemimpinan Ketua Umum PP MPI, Purwoko Aji Prabowo, yang menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan modern pentathlon Indonesia.

Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas pelatih agar mampu mengadopsi standar internasional dalam proses pembinaan atlet.

Sekretaris Jenderal PP MPI, Ridwan Gultom, menjelaskan bahwa CCP Level 2 UIPM merupakan program strategis untuk meningkatkan kompetensi para pelatih di Tanah Air. Menurutnya, penguatan kualitas pelatih menjadi kunci dalam menciptakan atlet berprestasi di level global.

“Kegiatan Coaching Course Program Level 2 internasional ini bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, khususnya personel MPI dalam bidang kepelatihan,” ujar Ridwan dalam keterangannya.

BACA JUGA  "Tour de Bintan" Raup Perputaran Uang Rp7,3 Miliar

Sebanyak 29 peserta mengikuti program ini, terdiri dari 28 pelatih dari berbagai daerah di Indonesia dan satu peserta dari Malaysia.

Partisipasi lintas negara tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya berdampak nasional, tetapi juga mulai mendapat perhatian di tingkat regional.

Pelatihan ini menghadirkan instruktur berstandar internasional, yakni Jasper Liu dari Chinese Taipei, yang memiliki lisensi Level 3 UIPM.

Kehadiran instruktur berpengalaman tersebut memberikan nilai tambah dalam transfer pengetahuan, terutama terkait metode pelatihan modern pentathlon yang sesuai dengan perkembangan global.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari teknik dasar hingga strategi lanjutan dalam melatih cabang olahraga modern pentathlon.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pendekatan ilmiah dalam pelatihan, manajemen atlet, serta adaptasi terhadap regulasi terbaru yang diterapkan oleh UIPM.

Kegiatan berlangsung lancar dan resmi ditutup pada Sabtu, 18 April 2026. Penutupan ditandai dengan pemberian sertifikat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh instruktur, seluruh peserta dinilai berhasil memenuhi standar kelulusan dengan hasil yang memuaskan.

Dalam penilaian tersebut, instruktur juga menetapkan lima peserta terbaik berdasarkan hasil kompilasi evaluasi. Mereka adalah Fathur (PP MPI), Glen (PP MPI), Riyadi (PP MPI), Totok (AAU Yogyakarta), dan Ridwan Gultom (PP MPI). Penilaian ini menjadi indikator bahwa kualitas pelatih Indonesia semakin kompetitif di level internasional.

BACA JUGA  Caroline dan Jumeidi Juara Kejurnas Modern Pentathlon 2026

Jasper Liu mengapresiasi capaian para peserta dan menilai bahwa pelatih modern pentathlon Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.

Ia berharap para pelatih yang telah mengikuti program ini dapat berkontribusi dalam mencetak atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di ajang internasional.

“Selamat kepada seluruh peserta yang telah lulus. Saya berharap para pelatih dapat terus bekerja keras untuk mencetak atlet modern pentathlon yang mampu tampil dan berprestasi di Olimpiade,” ujar Liu.

Modern pentathlon sendiri merupakan cabang olahraga multidisiplin yang menggabungkan lima nomor, yaitu anggar, renang, berkuda, lari, dan menembak.

Kompleksitas cabang olahraga ini menuntut kualitas pelatih yang tidak hanya memahami teknik, tetapi juga mampu mengelola berbagai aspek latihan secara terpadu.

Melalui program CCP Level 2 UIPM ini, PP MPI menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan. Penguatan kapasitas pelatih diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas atlet, baik di tingkat nasional maupun internasional.

BACA JUGA  Michael Sianipar Apresiasi Dukungan PSSI dan Kemenpora untuk Majukan Futsal Indonesia

Ke depan, PP MPI menargetkan semakin banyak atlet Indonesia yang mampu menembus ajang internasional bergengsi, termasuk Olimpiade. Upaya ini sejalan dengan visi organisasi untuk menjadikan modern pentathlon sebagai cabang olahraga yang berprestasi dan diperhitungkan di kancah dunia.

Selain itu, pengembangan SDM melalui pelatihan bersertifikasi internasional juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem olahraga yang lebih profesional. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya memiliki atlet yang kompetitif, tetapi juga pelatih yang memiliki standar global.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat transformasi pembinaan olahraga modern pentathlon di Indonesia. Dengan dukungan berbagai pihak dan komitmen yang kuat, target untuk membawa atlet Indonesia tampil di Olimpiade bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan yang semakin realistis untuk diwujudkan. (09/AGF).