Lewat ‘ReWear Project’, IPC TPK Ubah Seragam Bekas Jadi Produk Bernilai

Lewat 'ReWear Project', IPC TPK Ubah Seragam Bekas Jadi Produk Bernilai
IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mengubah lebih dari 209 kilogram seragam bekas karyawan menjadi berbagai produk fungsional melalui program 'IPC TPK ReWear Project'. (Foto: Dok. IPC TPK)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mengubah lebih dari 209 kilogram seragam bekas karyawan menjadi berbagai produk fungsional melalui program ‘IPC TPK ReWear Project’. Inisiatif berbasis upcycling tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Program yang mengusung tagline “Langkah Kecil Dampak Besar” tersebut menjadi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pertama di lingkungan Pelindo Group yang berfokus pada pemanfaatan kembali seragam bekas sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan lingkungan.

Melalui program tersebut, IPC TPK berhasil mengumpulkan lebih dari 209 kilogram seragam bekas dari berbagai unit kerja. Seragam yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah itu kemudian diolah menjadi produk bernilai guna, seperti tas belanja (shopping bag), pouch, dan laptop pouch.

Sekretaris Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendukung pencapaian *Sustainable Development Goals (SDGs).

“Melalui IPC TPK ReWear Project, kami ingin menghadirkan solusi nyata dalam pengelolaan limbah tekstil sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan kerja,” kata Daniel dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

BACA JUGA  IPC TPK Perkuat Komitmen ESG Lewat Konservasi Terumbu Karang

Menurut Daniel, program tersebut mendukung implementasi ekonomi sirkular (circular economy) dengan memperpanjang siklus hidup material tekstil yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah. Selain itu, inisiatif tersebut juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dari aktivitas operasional perusahaan.

IPC TPK menyebut industri fesyen global menyumbang sekitar 8 hingga 10 persen emisi karbon dunia dan menghasilkan lebih dari 92 juta ton limbah tekstil setiap tahun.

Kondisi tersebut mendorong perusahaan menghadirkan solusi yang tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga membangun budaya keberlanjutan di lingkungan kerja.

Selain aspek lingkungan, ReWear Project juga melibatkan partisipasi aktif karyawan melalui pengumpulan seragam bekas yang kemudian diolah kembali.

Keterlibatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang lebih peduli terhadap isu lingkungan.

BACA JUGA  IPC TPK Tambah Reach Stacker, Perkuat Layanan Peti Kemas Teluk Bayur

Dari sisi dampak lingkungan, pemanfaatan kembali 209 kilogram seragam bekas diperkirakan mampu menghindari emisi karbon sekitar 5,23 ton setara karbon dioksida (CO₂e).

Angka tersebut setara dengan kemampuan serapan karbon tahunan sekitar satu hektare atau 10.000 meter persegi lahan vegetasi tropis.

Program itu juga berpotensi menghemat lebih dari 5,2 juta liter air yang umumnya dibutuhkan dalam proses produksi tekstil baru.

IPC TPK berharap ReWear Project dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha di sektor kepelabuhanan dan logistik nasional untuk mengembangkan program serupa.

Melalui inisiatif tersebut, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktik bisnis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja operasional, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.(um)