Munjirin Apresiasi Pawai Sambut 1 Muharram 1448 H di Ponpes Al Hamid Cipayung

Hadiri Pawai Sambut 1 Muharram di Cipayung, Munjirin: Pererat Ukhuwah dan Gerakkan Ekonomi
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin (kedua kiri) melakukan pengguntingan pita sebagai simbolis pembukaan Pawai Kendaraan Hias dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Pondok Pesantren Al Hamid, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Sasa (16/6/2026). (Foto: Dok. Pemkot Jaktim)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin mengapresiasi kegiatan pawai kendaraan hias dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamid Kecamatan Cipayung.

Menurut Munjirin, agenda tahunan menyambut Tahun Baru Islam itu tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga mampu mempererat ukhuwah Islamiyah serta menggerakkan perekonomian masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Munjirin saat membuka secara resmi pawai kendaraan hias di halaman Ponpes Al Hamid, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2026).

Siaran pers Pemkot Jaktim, Rabu (17/6/2026) menyebutkan, sebanyak 125 kendaraan hias turut memeriahkan pawai menyambut 1 Muharram 1448 H.

Pawai melintasi wilayah Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Ciracas dengan mengusung tema “Generasi Berakhlak, Bersosial Media dengan Bijak dan Menjaga Perdamaian dengan Kompak.”

Kegiatan diawali dengan pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya pawai. Prosesi tersebut dilakukan oleh Munjirin bersama Ketua Yayasan Mantab Al Hamid, KH Lukman Hamid.

BACA JUGA  6.980 Paket Bansos Telah Dibagikan, Lurah Rawa Bunga Ingatkan Warga Disiplin Cegah Corona

Munjirin mengatakan, Pondok Pesantren Al Hamid secara konsisten menyelenggarakan pawai kendaraan hias setiap peringatan Tahun Baru Islam.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pelestarian tradisi keagamaan yang mampu memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Tahun Baru Islam masih diperingati dengan baik. Pondok Pesantren Al Hamid terus menjaga tradisi positif seperti ini. Selain mempererat kebersamaan masyarakat, kegiatan ini juga memberi dampak terhadap perputaran ekonomi warga,” ujar Munjirin.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pawai turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta penyedia jasa kendaraan hias yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Di sini juga ada UMKM yang ikut tumbuh. Kendaraan-kendaraan hias yang digunakan sebagian besar merupakan kendaraan odong-odong, baik dari Kecamatan Cipayung maupun dari luar wilayah. Hampir semuanya terpakai, artinya roda ekonomi ikut bergerak,” katanya.

BACA JUGA  Survei FSGI: 87,6 Persen Setuju UN Dihapus, 72,3 Persen PPDB Sistem Zonasi Dipertahankan

Menurut Munjirin, kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak masyarakat seperti ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam memeriahkan peringatan Tahun Baru Islam sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

“Mudah-mudahan ke depan bukan hanya dipelopori Pondok Pesantren Al Hamid, tetapi juga lembaga-lembaga lain maupun kecamatan lainnya yang turut mengadakan kegiatan keagamaan seperti ini,” tuturnya.

Bijak Gunakan Media Sosial 

Sementara itu, Ketua Yayasan Mantab Al Hamid KH Lukman Hamid mengatakan, tema yang diangkat tahun ini merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga etika, menyebarkan informasi yang bermanfaat, serta menciptakan suasana yang damai di ruang digital.

“Kami berharap momen Tahun Baru Islam ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga etika, serta menciptakan suasana yang damai dan menenangkan. Media sosial harus menjadi sarana kebaikan, bukan sebaliknya,” ungkap Lukman.

BACA JUGA  PT Djarum Kembali Renovasi 10 Rumah Tak Layak Huni di Demak

Melalui kegiatan tersebut, panitia berharap semangat Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi momentum pergantian kalender Hijriah. Peringatan Tahun Baru Islam juga dapat menjadi sarana memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, dan menumbuhkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.(PR/01)