Munjirin Dampingi Kemenkes Monitoring Tracing TBC Terintegrasi CKG di Cililitan

Munjirin Dampingi Kemenkes Monitoring Tracing TBC Terintegrasi CKG di Cililitan
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin bersama Kemenkes melakukan tracing TBC yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Masjid Hikmatul Ilmi, RW 02, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Rabu (7/10/2026). (Foto: istimewa)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan monitoring tracing tuberkulosis (TBC) yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Masjid Hikmatul Ilmi, RW 02, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan monitoring TBC tersebut menyasar 100 warga yang terdiri dari kontak erat, kontak serumah, dan kelompok masyarakat yang berisiko tertular TBC.

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan Andi Saguni saat melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan tersebut.

Andi mengatakan, integrasi tracing TBC dengan CKG dilakukan untuk memperluas deteksi dini sekaligus memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh kepada masyarakat.

Menurut dia, warga yang terindikasi TBC dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan dan mendapatkan pengobatan hingga tuntas. Monitoring juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat optimal.

BACA JUGA  Dukung UU TNI, Mahasiswa Magister Hukum Unsurya Fritz Alor Boy Siap Pasang Badan

“Melalui deteksi dini, masyarakat yang terindikasi TBC dapat segera memperoleh pemeriksaan lanjutan dan pengobatan hingga tuntas,” ujar Andi.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan melalui program CKG, antara lain pengukuran tekanan darah, pemeriksaan profil lipid, serta pemeriksaan gula darah untuk mendeteksi diabetes melitus.

Warga yang memiliki gejala TBC juga dapat menjalani pemeriksaan menggunakan portable X-ray untuk membantu mempercepat proses diagnosis.

Selain pemeriksaan, kegiatan mencakup penelusuran aktif kasus TBC serta tindak lanjut pengobatan bagi warga yang telah teridentifikasi.

Andi berharap sinergi antara Kementerian Kesehatan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, dan puskesmas dapat meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus menekan penularan TBC.

778 Lokus Tracing TBC di Jakarta Timur

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur Arief Wahyudhy mengatakan, tracing TBC yang terintegrasi dengan CKG merupakan bagian dari upaya mencegah dan mengendalikan penyebaran TBC di Jakarta Timur.

“Hari ini kita melanjutkan kegiatan tracing tuberkulosis terintegrasi CKG di wilayah Kramat Jati. Satu lokus ini menargetkan 100 orang dari kontak erat, kontak rumah, maupun populasi berisiko yang diundang untuk mengikuti screening TBC sekaligus cek kesehatan gratis,” kata Arief.

BACA JUGA  Gandeng Influencer Indonesia, Taiwan Promosi Pariwisata di Car Free Day Jakarta

Menurut Arief, sepanjang 2026 terdapat 778 lokus atau wilayah prioritas tracing TBC di Jakarta Timur. Hingga Rabu (7/10/2026), kegiatan telah dilaksanakan di 437 lokus.

Berdasarkan rekapitulasi hingga 7 Oktober 2026, sebanyak 38.328 orang telah mengikuti pemeriksaan. Jumlah tersebut termasuk warga yang menjalani pemeriksaan di RW 02 Kelurahan Cililitan.

“Untuk kegiatan hari ini, kami menargetkan 100 peserta dan mudah-mudahan seluruhnya dapat hadir. Tadi sudah lebih dari 60 peserta yang hadir,” ujar Arief.

Arief menjelaskan, warga yang berdasarkan hasil tracing diduga mengalami TBC akan menjalani pemeriksaan lanjutan, salah satunya melalui pemeriksaan dahak.

Sementara itu, kontak erat yang belum menunjukkan gejala dapat ditindaklanjuti dengan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

BACA JUGA  Capai 6.223 Sepekan, Kemenkes: Kasus Aktif COVID-19 Meningkat

“Harapannya, keluarga yang mendapatkan TPT dapat mengonsumsi obat secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan. Masyarakat juga diharapkan memanfaatkan setiap kegiatan screening kesehatan, baik CKG maupun pemeriksaan TBC, yang diselenggarakan di wilayahnya,” kata Arief.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Timur Yan Murdian, Camat Kramat Jati Kamal Alatas, Lurah Cililitan Sukariya, serta Kepala Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Inda Mutiara.(Paulina/01)