MEDAN, SUDUTPANDANG.ID – Pabrik plastik dan mainan di kawasan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, terbakar pada Sabtu (20/6/2026) malam. Peristiwa tersebut tidak hanya menghanguskan fasilitas produksi, tetapi juga merembet ke permukiman warga di sekitar lokasi dan menyebabkan 11 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal sementara.
Hingga Minggu (21/6/2026), asap masih terlihat mengepul dari area kebakaran. Proses pemadaman yang dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Medan masih difokuskan pada titik-titik api yang belum sepenuhnya padam untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
Informasi yang dihimpun Sudutpandang.id, area pabrik yang terbakar tampak masih mengeluarkan asap tebal. Sejumlah petugas terus melakukan penyemprotan air di beberapa titik yang dianggap rawan munculnya api susulan.
Api yang bermula dari area pabrik diketahui dengan cepat menjalar ke permukiman warga yang berdampingan langsung dengan lokasi kejadian.
Dilaporkan sedikitnya delapan rumah warga dilaporkan ikut terbakar dalam insiden di pabrik mainan tersebut.
Kondisi tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar. Mereka berhamburan menyelamatkan diri ketika api mulai merembet ke rumah-rumah yang berada tidak jauh dari area pabrik.
Untuk mengamankan lokasi serta memperlancar proses pemadaman, kepolisian menutup sementara empat akses jalan utama menuju titik kebakaran.
Langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di sekitar lokasi kejadian.
Di lapangan, petugas pemadam kebakaran menghadapi sejumlah kendala, terutama akses jalan yang sempit menuju titik api utama.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung lebih lambat dari yang diharapkan.
Melihat skala kebakaran yang cukup besar, bantuan armada pemadam dari wilayah sekitar turut dikerahkan.
Mobil pemadam dari Pemerintah Kabupaten Deliserdang dan Pemerintah Kota Binjai dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman di lokasi.
Camat Medan Johor, Bachtiar Nasution, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena pabrik dalam kondisi tidak beroperasi saat kejadian.
“Operasional sudah tutup, sehingga tidak ada pekerja yang berada di dalam pabrik. Namun ada beberapa petugas keamanan yang sempat berada di pos saat api mulai membesar. Untuk warga terdampak, ada 11 kepala keluarga yang harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).(MA/01)









