“Konser ini menjadi salah satu bukti konsistensi Padi Reborn dalam mempertahankan eksistensi mereka di industri musik Indonesia.”
JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Grup musik Padi Reborn menggelar konser bertajuk ‘Dua Delapan’ di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Sabtu (31/1/2026) malam. Konser ini digelar untuk menandai 28 tahun perjalanan karier Padi di industri musik Indonesia sekaligus delapan tahun kebangkitan mereka setelah kembali aktif pada 2017.
Konser Dua Delapan menjadi penanda tonggak penting perjalanan Padi Reborn sejak terbentuk pada 1997 hingga kembali berkarya setelah sempat vakum.
Dalam perhelatan tersebut, Padi Reborn tampil dengan konsep panggung 360 derajat yang dirancang untuk menghadirkan suasana lebih intim dan memungkinkan interaksi yang lebih dekat dengan penonton.
Nostalgia
Sejumlah lagu populer lintas album dibawakan dalam konser ini. Penampilan tersebut mengajak penonton bernostalgia sekaligus merayakan perjalanan panjang Padi Reborn di dunia musik Tanah Air.
Selain menjadi perayaan usia karier, konser Dua Delapan juga dimanfaatkan sebagai momen peluncuran album kedelapan band asal Surabaya ini. Album terbaru itu diperkenalkan langsung kepada publik sebagai bagian dari babak baru perjalanan musikal band tersebut.
Padi Reborn yang digawangi Fadly, Piyu, Rindra, Ari, dan Yoyo menegaskan komitmen mereka untuk terus berkarya dan menghadirkan musik bagi para penggemarnya.
Konser ini menjadi salah satu bukti konsistensi Padi Reborn dalam mempertahankan eksistensi mereka di industri musik Indonesia.
Perjalanan Padi
Grup band Padi dibentuk pada 1997 di Surabaya dengan formasi Fadly (vokal), Piyu (gitar), Ari (gitar), Rindra (bass), dan Yoyo (drum). Nama Padi dipilih sebagai simbol sikap membumi dan filosofi “semakin berisi, semakin merunduk”, yang juga dimaknai sebagai lambang kesejahteraan.
Padi mulai dikenal luas setelah merilis album debut Lain Dunia pada 1999. Single “Sobat” menjadi pintu masuk popularitas band ini dan memperkenalkan karakter musik Padi yang mengedepankan lirik reflektif dengan tema kehidupan sehari-hari.
Popularitas mereka semakin menguat melalui album kedua, Sesuatu yang Tertunda (2001), yang melahirkan sejumlah lagu populer seperti “Semua Tak Sama”, “Kasih Tak Sampai”, dan “Sesuatu yang Indah”.
Seiring perjalanan waktu, Padi sempat menghentikan aktivitas bermusik selama beberapa tahun akibat persoalan internal, termasuk tata kelola manajemen. Masa vakum tersebut berlangsung sekitar tujuh tahun.
Pada periode 2015-2017, para personel mulai membangun kembali komunikasi dan membahas kemungkinan kembali berkarya bersama. Proses tersebut dilakukan secara bertahap hingga akhirnya mereka sepakat melanjutkan perjalanan musik dengan komitmen baru.
Kembalinya Padi ke industri musik ditandai pada awal 2018 dengan hadirnya Albert Wijaya sebagai manajer baru. Sejak saat itu, band ini menggunakan nama Padi Reborn sebagai penanda babak baru perjalanan mereka di dunia musik Indonesia.(red)









