JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Gelaran seni bertajuk “Bersinar Sriwijaya dalam Budaya dan Prestasi untuk Sumatera Selatan” berhasil menyedot perhatian publik di Gedung Pertunjukan Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025). Acara budaya ini menghadirkan ragam tari dan musik khas Sriwijaya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang Fahmi Sriwijaya Dancer selama 25 tahun berkarya.
Pagelaran tersebut merupakan kolaborasi antara Komisi X DPR RI, Kementerian Kebudayaan, dan komunitas seni Fahmi Sriwijaya Dancer, yang selama dua dekade lebih konsisten melestarikan kesenian Sumatera Selatan.
Acara dibuka oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos., M.Si., yang mengapresiasi dedikasi Fahmi dalam menjaga identitas budaya daerah. Menurutnya, pelestarian budaya lokal perlu terus didorong agar generasi muda dapat mengenal kekayaan seni Nusantara.
“Kita harus terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya. Penampilan dari Fahmi dan timnya hari ini termasuk salah satu yang terbaik,” ujar Himmatul.
Acara juga turut dihadiri Hj. Vinita Citra Karini, SE., M.Si., Kepala Humas dan Dokumentasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan. Ia datang langsung dari Palembang untuk memberikan dukungan moral kepada para seniman.
“Kami bangga memiliki putra daerah seperti Fahmi yang tetap mengharumkan nama Sumatera Selatan meski tinggal di Jakarta. Pelestarian budaya seperti ini harus terus kita dukung,” tegasnya.

Fahmi Sriwijaya atau yang dikenal pula dengan nama Rishi Algafari merupakan seniman kelahiran Palembang, 24 Mei 1981. Ia menyebut pagelaran ini sebagai salah satu momen paling emosional dalam kariernya.
“Bekerjasama dengan Komisi X DPR RI dan Kementerian Kebudayaan merupakan kehormatan besar. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya sebagai seniman,” ucap Fahmi.
Didirikan sejak tahun 2000, Sanggar Sriwijaya Dancer telah menjadi rumah bagi banyak karya seni yang memadukan unsur tari tradisional dan musik khas Sumatera Selatan.
Dalam pagelaran yang berlangsung meriah ini, berbagai karya turun ditampilkan, antara lain Theatre Bersama Bu Emi Basoka & Regeng, Tari Gending Sriwijaya, Lagu Melati Karangan, Tari Bekance Sungai Musi, Lagu Pahlawanku, Tari Behusek Krotokan, Lagu Bedana Berjaya, Lagu Palembang Kito Beli, Tari Sarungan dan Lagu Bersinar Sriwijaya.
Kombinasi gerak tari, kostum khas Sumatera Selatan, dan iringan musik tradisional membuat suasana penuh nuansa kebudayaan Sriwijaya yang megah.
Menutup acara, Fahmi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak yang selama ini mendukung perjalanan keseniannya. Ia menyebut sejumlah pihak, termasuk:
Yai Nuncjik Alidin, Abah Sjarifuddin, Lenggang Harmoni Staf Bank BTN, Real Art Indonesia, Kemuning Cindo Nian, SMP 58 Jakarta Selatan, TK Al-Azhar 20 Cibubur, Sanggar Melati Karangan dan Sriwijaya Band.
“Semoga budaya Sriwijaya terus bersinar dan semakin dikenal di seluruh Nusantara,” tutup Fahmi.(PR/04)









